Aussie Tergeser oleh Data Inflasi dan Aktivitas Tiongkok

Pasangan mata uang AUD/USD telah mengalami pergerakan yang tidak stabil dalam beberapa hari terakhir. Meskipun data inflasi Australia yang optimis memberikan dorongan awal, namun pasangan mata uang ini akhirnya jatuh karena data aktivitas Tiongkok yang suram. Selain itu, kekhawatiran akan gagal bayar AS dan spekulasi atas sikap hawkish The Fed juga ikut memberikan tekanan turun pada pasangan AUD/USD.

Data Inflasi Australia Menunjukkan Peningkatan

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Australia untuk bulan April naik sebesar 6,8% YoY dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 6,3%. Namun, angka aktivitas resmi Tiongkok untuk bulan Mei menunjukkan hasil yang bervariasi.

Data Aktivitas Tiongkok Memburuk

IMP Manufaktur NBS Tiongkok mengalami penurunan menjadi 48,8 dari perkiraan sebelumnya sebesar 49,4 dan angka sebelumnya sebesar 49,2. Sementara itu, IMP Non-Manufaktur naik melebihi perkiraan pasar sebesar 50,7 menjadi 54,5, melampaui angka sebelumnya yang sebesar 56,4.

Pernyataan Hawkish Gubernur RBA

Sebelumnya, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Philip Lowe, menyampaikan pernyataan hawkish yang menekankan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target dalam beberapa tahun mendatang. Namun, data terbaru yang dirilis gagal untuk memperkuat pernyataan hawkish tersebut dari RBA dan justru memberikan tekanan turun pada pasangan AUD/USD.

Sentimen yang Lesu dan Ketidakpastian Pasar

Selain data ekonomi, sentimen yang lesu juga mempengaruhi pasangan mata uang Aussie. Kontrak Berjangka S&P500 tetap tidak pasti setelah penutupan indeks-indeks Wall Street yang beragam, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tertekan. Indeks Dolar AS (DXY) yang tidak bergerak di sekitar 104,00 juga membuat para penjual pasangan AUD/USD merasa senang.

Outlook Pasangan AUD/USD

Dengan mempertimbangkan reaksi pasar terhadap data terkini, pasangan AUD/USD kemungkinan akan menghadapi tekanan turun di masa mendatang. Pasar akan lebih berhati-hati menjelang acara-acara penting di AS, seperti pemungutan suara di DPR mengenai kesepakatan pagu utang AS. Selain itu, data Lowongan Kerja JOLTS AS untuk bulan April diperkirakan sebesar 9,375 juta, turun dari angka sebelumnya sebesar 9,59 juta, serta Indeks Manajer Pembelian Chicago untuk bulan Mei yang kemungkinan akan turun menjadi 47,0 dari 48,6.

Jika Partai Republik AS memblokir perpanjangan batas utang, pasar mungkin akan mengalami goncangan yang dapat mempengaruhi aset-aset berisiko. Hal ini pada gilirannya dapat memperkuat pasangan AUD/USD karena statusnya sebagai barometer risiko. Namun, Dolar AS mungkin tidak dapat memberikan dukungan yang sama, sehingga para penjual masih dapat mendominasi pasangan mata uang ini jika data AS mengecewakan dengan sangat signifikan.

Analisis Teknis: Bearish pada AUD/USD

Secara teknis, pasangan mata uang AUD/USD tetap dalam tren bearish kecuali mampu melewati garis support sebelumnya di sekitar 0,6560. Namun, garis tren turun selama tiga minggu terakhir di sekitar 0,6540 masih membatasi pemulihan pasangan AUD/USD.

Perlu diperhatikan bahwa indikator RSI yang menunjukkan sentimen yang suram telah mendorong para penjual, terutama ketika sinyal MACD dan perdagangan berkelanjutan pasangan mata uang ini berada di bawah support kunci sebelumnya, yang mengindikasikan potensi penurunan harga lebih lanjut.

Leave a Comment

Copyright © 2023. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.