Kenapa Harus Trading dengan Broker Forex yang Teregulasi ?

Hampir semua testimoni dan review broker forex terbaikĀ  dan terpercaya pasti menyinggung soal regulasi atau perijinan. Pembuat review juga selalu mengingatkan pembacanya agar trading dengan broker forex yang teregulasi. Pemula sering menganggap peringatan-peringatan seperti ini sebagai angin lalu, karena mengira hal itu tidak penting dan ada iming-iming bonus menggiurkan dari broker tak teregulasi. Padahal bonus yang ditawarkan broker tak teregulasi itu bisa jadi menyesatkan.

Ada lima alasan pokok mengapa trader harus trading dengan broker forex yang teregulasi:

  1. Perlindungan Dana Trader

Semua transaksi forex dilaksanakan melalui platform trading online. Bagaimana mungkin kamu bisa percaya platform itu aman dan bebas hacking, jika perusahaan broker bahkan tidak punya ijin operasional dari pihak berwenang? Bagaimana jika platform yang diberikan broker itu menyimpan bot yang akan mencuri uangmu?

Apabila kamu bergabung dengan broker forex teregulasi, pelanggaran seperti ini dapat dihindari. Badan pengawas khusus akan memantau operasional broker secara rutin. Broker yang melakukan kecurangan akan segera diinvestigasi dan dijatuhi sanksi, mulai dari sekedar teguran, denda, hingga pencabutan ijin operasional dan penutupan paksa.

Baca Juga: Badan Regulasi yang Mengawasi Legalitas Broker Forex Dunia

Sebaliknya kalau kamu bergabung dengan broker yang tidak teregulasi, dana yang dicuri itu tidak akan bisa kembali lagi. Polisi maupun pengadilan tidak akan dapat membantumu karena kamu berurusan dengan entitas ilegal yang bahkan alamat kantor pada situs web-nya nya belum tentu akurat.

keuntungan broker forex teregulasi

  1. Jaminan Kredibilitas Broker

Broker forex memegang peran vital sebagai perantara yang menghubungkan penjual dan pembeli. Tapi broker yang jahil juga bisa sengaja menempatkan diri sebagai penjual/pembeli yang berlawanan dengan trader, sehingga mereka bisa untung saat trader kalah. Trader sulit mendeteksi intrik-intrik seperti ini dari seberang layar monitor laptop saja, sehingga broker forex yang tak teregulasi akan bebas melakukan kecurangan.

Di sisi lain, broker forex yang teregulasi akan selalu diawasi agar jangan sampai sengaja merugikan klien. Apabila trader merasa dicurangi, maka trader dapat melapor kepada badan pengawas (regulator forex). Broker teregulasi yang terbukti melanggar pasti diharuskan mengganti rugi kepada klien dan dijatuhi sanks berat.

broker forex yang teregulasi

  1. Kemudahan Penarikan Dana Trader

Agar bisa trading forex, kita terlebih dahulu harus membuka akun dan menyetor modal pada broker. Dana yang kita setorkan pada broker itu berstatus “titipan modal” dan tetap merupakan hak kita. Apabila kita mengalami kerugian, maka selayaknya dana itu berkurang. Tapi kalau kita untung, maka semestinya profit plus modal awal dapat ditarik kembali sepenuhnya.

Broker forex yang teregulasi pasti menjamin kemudahan penarikan dana trader tersebut, tanpa potongan maupun penundaan apa pun. Kebanyakan broker teregulasi menjamin penarikan dana instan atau maksimum 1×24 jam untuk pemrosesan pada bank yang sama, serta paling lambat 5×24 jam untuk pemrosesan bank antar negara.

Berbeda halnya dengan broker forex yang tidak teregulasi. Broker tak teregulasi mungkin pada awalnya berjanji menjamin kelancaran penarikan dana. Trader juga mungkin tetap bisa melakukan penarikan dalam jumlah hingga beberapa ratus dolar AS. Tapi broker tak teregulasi mungkin akan menghalangi penarikan dana dalam jumlah besar dengan dalih ada pelanggaran atau alasan lain. Acap kali broker tak teregulasi juga sengaja memotong profit trader dengan seribu satu alasan tak masuk akal.

  1. Pengendalian dan Pengawasan Stabilitas Keuangan

Broker forex yang teregulasi mengemban mandat untuk tunduk pada peraturan dan perundangan yang berlaku. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk menertibkan pasar keuangan dan menjauhkan hal-hal yang berpotensi merusak stabilitas masyarakat.

Salah satu contohnya terkait binary option yang sempat santer antara tahun 2016-2019. Pada saat itu, banyak broker forex menambahkan perdagangan binary option diantara pilihan produknya. Padahal binary option jelas merupakan judi berkedok trading. Dalam rentang waktu itu, banyak broker forex tak teregulasi yang menawarkannya. Tapi hampir semua broker forex teregulasi menghindari binary option karena tidak ada undang-undang bidang keuangan yang melegalkannya.

jaminan trading dengan broker forex teregulasi

  1. Layanan Pelanggan Berkualitas

Kita mungkin akan mengalami kendala dalam aktivitas trading, baik karena masalah teknis maupun kebingungan terhadap prosedur tertentu. Untuk mengatasi kendala-kendala ini, tentu kita membutuhkan layanan pelanggan yang baik. Layanan pelanggan seperti ini lebih terjamin pada broker forex yang teregulasi daripada yang tidak teregulasi.

Broker forex teregulasi sudah bersusah payah menaati ketentuan pemerintah. Mereka juga telah mengeluarkan biaya besar untuk memperoleh ijin. Demi mencapai kesuksesan bisnis, broker selayaknya memerhatikan reputasi dan kualitas layanan pelanggannya. Toh kalau reputasi jelek dan layanan pelanggannya buruk, maka bisnisnya akan kehilangan klien. Beda sekali dengan broker forex tak teregulasi yang bisa kabur begitu saja kalau ada banyak klien yang mengajukan keluhan.

Jadi, penting sekali untuk memilih broker forex yang teregulasi demi menjamin keamnan dana trading kita. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan tentang negara mana yang mengeluarkan regulasi atau perijinan bagi broker forex tersebut.

Perlu diketahui, pasar forex merupakan medium transaksi keuangan dengan volume perdagangan terbesar di dunia. Volume perdagangan harian bahkan mencapai USD 5 Triliun per hari. Namun, forex yang bernilai sangat besar ini tidak diperdagangkan di bursa. Perdagangan berlangsung dalam jaringan interbank internasional yang tidak terpusat (over-the-counter). Alhasil, pemantauan dalam bisnis ini pun terpencar-pencar di setiap negara.

Tak semua negara memiliki dasar hukum dan pengawasan yang bagus terhadap industri forex. Ada negara yang menentukan perundangan super ketat seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Swiss. Ada negara yang memiliki perundangan cukup bagus, seperti Inggris, Australia, dan Uni Eropa. Ada pula negara-negara yang menentukan perundangan dan pengawasan sangat longgar karena ingin mengundang dana-dana asing masuk, seperti Panama, St Vincent and the Grenadines, Marshall Islands, British Virgin Island, dll.

Kalau begitu, regulasi negara mana yang terbaik dan terpercaya? Bagi trader Indonesia, pilihan terbaiknya tentu broker forex yang teregulasi di bawah perundangan Indonesia juga. Badan regulator forex yang berwenang memberikan perijinan adalah Bappebti, salah satu lembaga di bawah Departemen Perdagangan RI. Semua broker forex yang teregulasi di Indonesia wajib memiliki ijin atau lisensi dari Bappebti.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.