Broker Forex yang Bagus dan Terbaik untuk Scalping

Scalping termasuk teknik trading forex paling populer. Aktivitas scalping terdiri atas membuka posisi, lalu menutupnya kembali dalam jangka waktu sangat singkat. Trader pengguna teknik scalping biasanya hanya membuka posisi dalam tempo 3-5 menit saja sebelum menutupnya. Bahkan ada scalper yang hanya mempertahankan posisi open selama 1 menit.

Bagi trader pengguna scalping, leverage dan spread merupakan dua faktor yang dapat meningkatkan profitabilitas. Namun, ada faktor lain yang lebih penting lagi, yakni memilih broker forex yang bagus dan terbaik untuk scalping. Kalau berhasil memilih broker yang tepat, scalping niscaya dapat dieksekusi secara brilian. Tapi kalau kebijakan broker tidak cocok bagi scalping, trader bisa-bisa gagal profit.

Broker Forex yang Bagus dan Terbaik untuk Scalping

Ada banyak sekali broker forex di berbagai negara termasuk broker forex Indonesia yang teregulasi BAPPEBTI. Masing-masing menyediakan fitur berbeda-beda bagi trader. Perbedaan itu bisa jadi tidak terlalu signifikan bagi trader jangka panjang, tetapi dapat amat memengaruhi scalper. Nah, agar dapat memilih broker forex yang bagus untung scalping, simaklah 5 (lima) kriteria penting berikut ini.

  1. Spread Rendah

Spread merupakan selisih antara kurs beli dan kurs jual yang harus dibayar trader pada setiap transaksi. Besarannya bisa mulai dari 0.1 hingga puluhan pips. Sedangkan trader pengguna scalping biasanya hanya menargetkan selisih harga buka posisi dan tutup posisi sekitar 5-15 pips saja. Kalau setiap posisi terkena spread terlalu besar, profit trader juga bakal ludes.

Broker forex yang bagus untuk scalping semestinya menerapkan biaya spread rendah. Biaya spread rendah ini juga seharusnya bukan sekedar iklan, melainkan benar-benar berlaku secara terus-menerus dalam trading riil. Ada broker yang menggembar-gemborkan spread rendah, tapi ternyata cuma berlaku pada akun demo. Ada juga broker yang menerapkan spread tipis sewaktu-waktu saja, tetapi besarannya sering mendadak melebar dalam kondisi pasar wajar. Padahal spread seharusnya hanya melebar pada saat ada gejolak pasar saja.

Demi mendapatkan info spread lebih akurat, kamu dapat berkonsultasi dengan para trader lain yang lebih berpengalaman (dan mungkin pernah trading bersama broker tersebut). Alternatif lain, kamu bisa menjajal scalping pada akun riil dengan deposit terendah dulu sembari memeriksa tarif spread-nya. Kamu tak perlu menengok spread pada semua pair forex, melainkan cukup pada pair mayor utama dan pair lainnya yang ingin kamu tradingkan saja. Pair mayor utama di sini mencakup EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan AUDUSD.

Rekomendasi Broker Forex yang Bagus untuk Scalping

PT. Octa Investama Berjangka logo
Spread: mulai dari 1 pip
Leverage: Maksimal 1:500
Min Deposit: 100 USD
Regulated: BAPPEBTI

PT. Octa Investama Berjangka

Read Review Visit Now
PT. HFX Internasional Berjangka
Spread: mulai dari 0 pip
Leverage: 1:100
Min Deposit: 100 USD
Regulated: BAPPEBTI

PT. HFX Internasional Berjangka

Read Review Visit Now
  1. Kebijakan Broker Forex Tentang Scalping

Kebijakan broker forex tentang scalping itu sangat beragam. Ada broker yang memperbolehkannya. Ada broker yang melarangnya secara terang-terangan. Ada broker yang tidak melarang secara langsung, tetapi membatasi durasi posisi open selama lebih dari 10 menit guna mencegah praktik scalping yang dianggap membebani server. Ada juga broker forex yang memperbolehkan scalping, tetapi eksekusi ordernya sering mengalami requotes.

Requotes merupakan kebijakan yang merugikan, karena menawarkan eksekusi order pada tingkat harga berbeda dengan yang diinginkan oleh trader. Broker forex yang paling bagus untuk scalping setidaknya harus memiliki kebijakan bebas requotes, tidak membatasi durasi posisi open (atau setidaknya menerapkan batas durasi open di bawah 5 menit), serta memiliki teknologi canggih yang dapat memuluskan eksekusi order berfrekuensi tinggi.

  1. Broker Forex Bertipe NDD (No-Dealing Desk)

Ketika trader membuka terlalu banyak posisi trading secara serentak ala scalping, sistem server broker akan sibuk. Jika teknologi yang dipakai kurang handal, platform trading bisa mengalami freeze. Lebih buruk lagi, trader bisa jadi dianggap melakukan tindakan ilegal oleh sistem sehingga semua posisi trading-nya diputus. Semua situasi ini tentu buruk bagi trader pengguna teknik scalping.

Demi mencegah situasi seperti itu, trader sebaiknya memilih broker No-Dealing Desk dengan tipe STP atau ECN yang menerapkan eksekusi otomatis sesuai harga pasar. Hindarilah broker Dealing Desk (DD) atau broker bandar, karena setiap order yang masuk harus menempuh pemrosesan di meja dealing dulu sebelum dieksekusi. Broker NDD juga relatif lebih transparan, karena sedikit sekali ruang bagi broker untuk memanipulasi sistem.

  1. Alat Trading Canggih

Bagi trader pengguna teknik scalping, analisis fundamental itu tidak penting. Namun, kesuksesan scalping akan tergantung pada kecanggihan perangkat trading yang digunakannya. Sebagai contoh: Trader A dan trader B menggunakan set-up strategi scalping yang sama persis. Trader A melakukan scalping secara manual, sedangkan trader B menginput strategi dalam expert advisor (EA) dan menggunakan robot tersebut untuk trading. Menurutmu, trader mana yang berhasil profit lebih banyak? Di sini, robot scalper itu akan menerapkan strategi secara lebih sistematis dan profitable.

Atau, mari umpamakan kedua trader tadi sama-sama melakukan scalping tanpa robot. Bedanya, trader A memiliki platform trading yang dapat menampilkan tick chart (grafik tick) dan timeframe 1 menit, sedangkan trader B hanya dapat menyaksikan grafik dengan timeframe terkecil 5 menit. Siapa yang lebih untung di sini? Trader A lebih diuntungkan karena grafik harga yang dapat dipantau secara lebih teliti sesuai durasi open posisinya.

Singkatnya, broker forex yang bagus untuk scalping harus memperbolehkan trading otomatis menggunakan robot atau Expert Advisor (EA) serta menyediakan platform trading yang mampu menampilkan lebih banyak time frame. Ini baru syarat minimal. Akan lebih baik lagi jika broker forex mampu menawarkan fitur lebih top seperti Virtual Private Server (VPS) gratis, interface platform yang sederhana tapi dapat dipasangi banyak indikator teknikal, atau perangkat berteknologi tinggi apa saja yang sesuai dengan set-up teknik scalping kamu.

  1. Bonus Loyalitas dan Rebate

Kriteria kelima ini bukan syarat wajib bagi broker forex yang bagus untuk scalping, tetapi dapat meningkatkan keuntungan trading. Bonus loyalitas dari broker forex biasanya berupa poin yang dapat dikoleksi trader sesuai dengan aktivitas trading-nya. Semakin banyak lot yang di-trading-kan, poin loyalitas trader makin banyak. Setelah terakumulasi dalam jumlah tertentu, poin loyalitas dapat ditukarkan dengan beragam hadiah mulai dari merchandise hingga saldo tambahan dalam akun.

Trader jangka panjang yang jarang eksekusi buy-sell kemungkinan akan sulit mengumpulkan poin loyalitas memadai untuk memenuhi syarat penukaran bonus. Namun, trader pengguna teknik scalping justru dapat mengumpulkan poin dengan lebih cepat.

Selain bonus loyalitas, ada pula broker forex yang menawarkan rebate untuk setiap transaksi trader. Rebate ini merupakan kickback dari spread atau komisi yang dibayarkan trader. Jumlahnya mungkin kurang dari 1 dolar AS per lot, tetapi bisa menjadi pendapatan ekstra untuk scalper. Umpama ada dua broker yang sama-sama mematok spread 1 pips, tentu broker yang menawarkan rebate bakal lebih menguntungkan daripada broker yang tidak memberikannya. Setidaknya, trader akan lebih menghemat biaya trading.

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.