Data AS Tidak Sesuai Harapan, Dollar Mengalami Penurunan

Dolar jatuh pada banyak mata uang di hari Senin, memberikan beberapa pengokohan di sesion awalnya, karena imbal hasil Treasury mundur dan data yang tidak semangat memberatkan mata uang AS.

Rutinitas manufacturing AS tumbuh pada kecepatan yang lebih lamban pada bulan April, peluang terbatasi oleh kurang input di tengah-tengah keinginan yang terkubur yang dilepaskan oleh bertambahnya vaksinasi dan stimulan pajak besar.

Index dolar, menghitung Greenback pada enam mata uang, mengalami penurunan 0,4% lebih rendah pada 90,88, terpeleset balik ke tingkat paling rendah dua bulan walau ada dorongan 0,7% dari arus bulan akhir di hari Jumat kemarin.

Reli tajam USD Jumat lalu sudah menyanggalkan tindakan jual dalam mata uang tapi kami tidak percaya di titik ini jika rebound yang semakin kuat, lebih luas korektif akan selekasnya terjadi, kata kepala taktik mata uang di Scotiabank, Shaun Osborne.

Ini akan memerlukan peningkatan tambahan yang kuat minggu ini untuk memiringkan resiko ke arah rekondisi dalam USD dan wujud awalannya tidak janjikan, sambungnya.

Sentimen bearish pada dolar sedang bertambah sesudah pengurangan singkat. Status pendek bersih dolar AS naik minggu ini ke tingkat paling tinggi semenjak akhir Maret, menurut penghitungan Reuters dan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas yang di-launching di hari Jumat.

Dolar jatuh pada euro di hari Senin sesudah survey memperlihatkan perkembangan rutinitas pabrik zone euro naik ke rekor paling tinggi di bulan April, didorong oleh bertambahnya keinginan dan menggerakkan peningkatan penerimaan, walau masalah suplai mengakibatkan peningkatan yang masih belum pernah terjadi awalnya dalam pesanan yang tidak tercukupi.

Tanggapan oleh Luis de Guindos, wapres Bank Sentra Eropa, menolong euro. ECB mulai dapat hentikan beberapa langkah stimulan genting saat kecepatan vaksinasi virus korona capai tingkat krisis dan ekonomi makin cepat, ucapnya ke sebuah media massa Italia.

Perdagangan di pasar valuta asing menyusut karena berlibur di Jepang, China, dan Inggris, yang batasi volatilitas.

Dolar Australia dan Selandia Baru kuat di hari Senin, walau tidak cukup buat seutuhnya tutup rugi hari Jumat.

Pedagang valas akan menyaksikan data pasar tenaga kerja akhir pekan ini untuk membaca kesehatan perbaikan perekonomian AS dan untuk menghitung bagaimana Federasi Reserve AS bisa menyikapi kenaikan data.

Ketua Federasi Reserve Jerome Powell akan menyampaikan pidato di hari Senin dan akan dituruti oleh beberapa petinggi Fed minggu ini. Tatap muka peraturan bank sentra direncanakan minggu ini di Australia, Inggris dan Norwegia.

 

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.