Dolar AS Kuat Mendekati Rapat FOMC Maret 2021

Index dollar AS menjaga apresiasinya pada range 91.90-an dalam perdagangan ini hari 16/3/2021 mendekati pembukaan rapat peraturan Federasi Open Pasar Committee FOMC malam nanti.

Sidang paling tinggi dalam bank sentral AS itu akan diadakan sepanjang 2 hari dan memasuki sesi penutupan dengan sebuah informasi peraturan di hari Rabu malam waktu di tempat.

Aktor pasar memprediksi beberapa pengambil peraturan moneter di AS tidak mengganti suku bunga atau rasio Quantitative Easing sekarang ini.

Perbaikan perekonomian AS mulai terakselerasi sesudah digalakkannya distribusi vaksin COVID-19 dan diluncurkannya stimulan sebesar USD 1.9 triliun di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden.

Tapi beberapa petinggi FOMC peluang akan bersikukuh menargetkan inflasi capai lebih dari 2 % dahulu saat sebelum lakukan pengubahan peraturan apa saja.

Bukannya, beberapa investor dan trader akan fokus pada tanggapan apa saja yang dikatakan FOMC mengenai peningkatan yield obligasi akhir-akhir ini.

Yield obligasi AS sudah melesat ke rekor paling tinggi dalam lebih dari satu tahun, hingga mendesak performa beberapa saham Wall Street dan menggerakkan penguatan USD.

Ini adalah pertemuan yang penting dari sudut pandang ini, kata Mayank Mishra, seorang ahli taktik forex dari Standard Chartered Bank.

Seperti dikutip oleh Reuters Hal yang lain dinanti-nantikan ialah keputusan apa saja mengenai pengecualian Rasip leverage pendamping Supplemental Leverage Ratio/SLR.

Kami tidak menginginkan ada dorongan eksplisit untuk yield periode panjang, tapi perpanjangan bisa memberi beberapa kelegaan untuk pasar.

Pengecualian adalah sebuah kelonggaran peraturan yang memungkinkannya beberapa bank besar untuk mengenali Treasury dan giro harus dari rasio modal. Pengecualian SLR ini sedianya akan lewat waktu pada tanggal 31 Maret kedepan.

Saat informasi dicatat, pasangan mata uang EUR/USD masih tertekan pada range 1.1920. Sementara pasar masih menunggu hasil pertemuan FOMC, sentimen negatif terjang euro karena suspensi distribusi vaksin AstraZeneca di beberapa negara anggota Uni Eropa.

Vaksin itu dicemaskan menyebabkan efek serius, diantaranya aglutinasi darah yang diperhitungkan sudah memunculkan beberapa korban.

Di lain sisi, suspensi distribusi vaksin mempunyai potensi perlambat kelonggaran limitasi sosial berkaitan COVID-19 di teritori ini.

Leave a Comment

Copyright © 2022. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.