Dollar As Anjlok Akibat Laporan Mengecewakan

Dollar AS menurun memasuki perdagangan awal Eropa Jumat, harus tertekan laporan ketenagakerjaan dan bidang perumahan yang sampai saat masih mengkhawatirkan.

Supaya dollar dapat memperoleh kembali trend kenaikannya, maka pasar perlu pastikan jika saham AS dalam kondisi interval dari revisi harga saham, tegas kepala taktik mata uang Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto pada Reuters.

Pasangan EUR/USD bergerak naik mencapai 0.2% dalam perdagangan di 1,1865, mempunyai potensi lanjut bergerak naik ke $1.1900 an.

Dollar AS menurun memasuki sesi perdagangan awal Eropa Jumat, tertekan laporan dua bidang utama.

DXY mengalami penurunan sebesar 0,2% di angka 92,823, pasangan EUR/USD bergerak naik sebesar 0.2% memasuki sesi perdagangan di angka 1,1865, sementara pasangan USD/JPY stagnan di angka 104,70, tapi masih berada di jalur penguatan sebesar 1,5% dalam pekan ini.

Laporan Tenaga Kerja Menurun

Pada Hari kamis kemarin sudah dirilis laporan ketenagakerjaan yang memperlihatkan jika jumlah pengangguran awal menurun sesuai dengan target.

Secara bersamaan laporan dari pasar untuk bidang perumahan menunjukkan kondisi ekonomi mendingin sesudah tiga bulan mengalami rebound sangat kuat.

Sementara ekonomi AS hari ini kembali pulih namun masih lamban rebound. Kondisi ini menggerakkan Federal Reserve yang akan berjanji untuk menjaga suku bunga sampai posisi minimal akhir tahun 2023, tapi bank central minta semakin banyak pertolongan fiskal dari Kongres, yang nampaknya masih mustahil.

Semasa harapan pasar akan rebound ekonomi terkait penguncian pada gelombang ke-2 serta tanggapan fiskal akan memiliki pengaruh besar di sini.

Kami akan menjelaskan jika imbal hasil riil negatif akan jaga trend pengurangan dollar masih utuh serta investor akan menggunakan rekonsilasi tempat untuk mengendalikan lagi dollar pada posisi yang pendek, tegas Chris Turner.

Disamping itu, saham tehnologi AS mengalami kekalahan lagi memasuki perdagangan hari Kamis, bersamaan dengan indeks komposit Nasdaq mengalami penurunan sebesar 1,3%, yang berperan terhadap melemahnya dollar.

Supaya dollar dapat memperoleh kembali trend kenaikannya, pasar perlu pastikan jika saham AS akan mengambil interval dari revisi harga saham, tegas Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto.

Dalam sisi lain, pasangan GBP/USD bergerka turun mencapai 0,1% ke 1,2964, walau pemasaran ritel bergerak naik sebesar 0,8% memasuki bulan Agustus, bergerak tipis di atas prediksi sebesar 0,7%, sebab beberapa sisi sedangkan mengalami rebound yang semakin lebih cepat dibandingkan dengan beberapa perekonomian.

Konsentrasi mata uang sterling pada tempat lain dikarenakan pembuat kebijakan di Bank of England memberikan indikasi di hari Kamis jika mereka sedang menimbang untuk memakai suku bunga negatif sebab bank central sedang bersiap untuk peluang pemerintah Inggris tidak berhasil meraih persetujuan perdagangan dengan pihak Uni Eropa yang akan berlangsung akhir tahun 2020.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.