ECB Pertahankan Kurs, Euro Melesat

Dalam perdagangan hari Kamis kemarin pasangan EUR/USD berhasil bergerak naik ke posisi 1.1900 kondisi ini di pengaruhi, ECB tidak lagi menampaikan kemauan untuk mengintervensi nilai tukar atau menahan animo euro.

Posisi dari mata uang Euro langsung tergelincir tidak lama kemudian, akan tetapi posisi masih mampu tertolong di 1.1840-an memasuki sesi perdagangan hari ini 11/9. Bahkan mata uang Euro sukses menjaga rebound pasangan EUR/JPY dan berlanjut ke pasangan EUR/GBP.

Rapat kebijakan ECB pada hari kemarin putuskan tidak untuk mengganti kebijakan moneter. Dari rencana untuk pembelian obligasi QE masih berada pada rasio 1.35 triliun Euro serta direncanakan akan berakhir pada Juni 2021, sedangkan untukĀ  suku bunga deposit masih berada di posisi -0.5%.

Beberapa petinggi ECB mengaku jika pemulihan ekonomi masih dalam situasi yang belum pasti, tapi belum memiliki kebutuhan yang dirasa sangat perlu untuk menggulirkan rangsangan penambahan dalam waktu dekat ini.

Kemampuan untuk mengembalikan ekonomi masih dibayang-bayangi oleh ketidakpastian kondisi pasar saat ini denganĀ  bergantung pada evolusi pandemi dan keberhasilan kebijakan pencegahan virus Corona, papar Lagarde.

Disamping itu, Christine Lagarde Presiden ECB menjelaskan ECB akan memandang info mendatang dengan lebih berhati-hati, termasuk juga perubahan pada nilai tukar, berkaitan dengan keterkaitannya buat outlook inflasi dalam jangka menengah.

Pengakuan ini menggerakkan animo euro sekarang ini, sebab beberapa faksi pernah cemas jika ECB akan berusaha untuk lemahkan Euro dengan asumsi nilai tukar EUR/USD di posisi 1.2000 adalah animo paling tinggi yang bisa ditolerir.

Pengakuan Lagarde mengisyaratkan meskipun ECB akan terdampak pada nilai tukar dan inflasi yang harus diawasi, tapi bank sentra dirasa belum perlu untuk sesuaikan kebijakan dalam waktu dekat.

Langkah ini akan memberikan jalan buat mata uang euro agar semakin kuat terhadap greenback yang saat ini sedang dirundung beberapa rumor negatif dari luar maupun dalam negeri. Ditambah lagi macetnya rencana rangsangan di parlemen AS telah menggerakkan depresiasi dolar AS secara berkelanjutan.

Lepas dari bermacam keadaan ini, outlook reli Euro selanjutnya masih dibatasi oleh potensial rangsangan penambahan dari bank sentra.

Diambil dari satu survey Bloomberg yang diselenggarakan sebelum rapat ECB, beberapa analis memandang ECB akan meningkatkan gagasan pembelian obligasinya sekitar 350 miliar Euro pada akhir tahun 2020 serta perpanjang waktu berfungsinya sampai akhir tahun 2021.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.