EUR/USD: Euro Mengalami Penurunan Ke Posisi Terendah

Penurunan EUR/USD semakin deras pada perdagangan kemarin Kamis 24/09 kemarin dengan meraih posisi pada bulan  Juli 2020 kemarin.  Euro mengalami penurunan ke posisi paling rendah pada posisi 1.1626.

Tergelincirnya EUR/USD terus bersambung, roboh pada perdagangan awal Kamis serta pernah jatuh di bawah posisi 1.1640, posisi paling rendah lebih dari dua bulan.

Euro dikuasai oleh kekhawatiran pasar mengenai kekuatan gelombang ke-2 wabah serta kematian akibat COVID-19, yang memberikan ancaman untuk menutup ekonomi lagi.

Beberapa negara mulai mengaplikasikan limitasi serta beberapa langkah ketat untuk meredam pandemi.

Dalam kerangka ini, data survey cepat IHS Markit kemarin memperlihatkan, sesudah timbulnya kembali lagi tingkat infeksi virus Corona, jika bidang swasta di zone euro masih statis di bulan September sebab perkembangan yang bertambah cepat di bagian manufaktur disertai oleh pengurangan baru di bidang layanan.

Searah dengan kondisi ini, indeks produksi kombinasi yang meliputi bagian manufaktur serta layanan menurun jadi 50,1 pada bulan September dari posisi 51,9 pada bulan Agustus. Ekonom sudah memprediksi catatan sebesar 51,7.

PMI Bergerak Naik

Sesudah pulih pada bulan Juli serta Agustus dari lockdown Covid-19 memasuki kuartal ke-2, PMI dari sejak itu menyaratkan jika ekonomi hampir berhenti sebab tingkat infeksi yang tinggi serta beberapa langkah jarak sosial yang sedang berjalan meredam keinginan.

Memberi komentar hal itu, Jessica Hinds, Ekonom Capital Economics, menjelaskan data hari ini memberikan indikasi pemulihan yang berhenti, dengan peluang kontraksi kesibukan di bidang jasa.

Ekonom itu memberikan tambahan jika dengan beberapa pemerintah saat ini menetapkan limitasi penambahan serta lebih ketat, ada efek yang pasti serta berubah jika itu akan surut, minimal di beberapa negara yang sangat terserang efek virus.

Perkembangan produksi industri dipercepat di bulan September ke pergerakan paling cepat dari sejak bulan Februari 2018, sesaat layanan menulis kontraksi produksi paling besar dari sejak bulan Mei di 53,7, serta PMI manufaktur meraih posisi paling tinggi dalam 25 bulan.

Ekonom sudah memprediksi pembacaan naik jadi 51,9 dari 51,7 di bulan Agustus. PMI Layanan turun ke posisi paling rendah 4 bulan di 47,6, sesaat hasilnya diprediksikan tidak beralih di 50,5 di bulan Agustus.

Jerman terus pimpin pemulihan di bulan September, didorong oleh kenaikan tajam dalam produksi manufaktur. Indeks produksi kombinasi turun lebih dari yang diinginkan menjadi 53,7 pada bulan September dari 54,4 di bulan Agustus.

Target yang diinginkan ialah 54.1. Survey itu memperlihatkan hilangnya momen dalam pemulihan ekonomi dari penutupan covid-19. Sesudah bertambah dalam dua bulan paling akhir, bidang jasa mengalami kontraksi pada bulan September.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.