EUR/USD Kesulitan Rebound, Inflasi Eropa Memenuhi Target

Pasangan mata uang EUR/USD sempat pernah kuat seputar 0.3 % ke range paling tinggi harian pada 1.1760 dalam perdagangan ini hari 31/3/2021 sehabis launching data inflasi Zone Euro.

Namun, pengokohan euro sejumlah besar disebabkan karena depresiasi dolar AS semata. Pasalnya walaupun data inflasi khusus Zone Euro seperti harapan, outlook ekonomi di depan masih lemas.

Inflasi Eropa Seperti Harapan EURUSD Masih Sulit Rebound

Eurostat memberikan laporan dalam data preliminer jika inflasi di Zone Euro bertambah dari 0.9 % jadi 1.3 % di bulan Maret 2021 Year-on-Year.

Angka itu sesuai dengan prediksi kesepakatan, tapi sedikit meleset dari angka 1.4 % yang diinginkan oleh beberapa ekonom.

Sedang data inflasi pokok malah melorot dari 1.1 % jadi 0.9 % Year-on-Year, walau sebenarnya beberapa ekonom menginginkan pergerakannya konstan.

Posisi inflasi sekarang ini benar-benar terdistorsi oleh beberapa faktor khusus. Karena itu, inflasi yang memicunya semestinya lebih diest imasikan atas dasar perkembangan upah, yang sudah melamban sebagai akibatnya karena krisis, kata Christoph Weil, seorang ekonom dari Commerzbank.

Pergerakan inflasi di Zone Euro terlihat tumbuh secara tidak rata. Posisi inflasi di Jerman, Austria, dan Belanda hampir capai sasaran bank sentra Eropa ECB.

Tetapi, inflasi tahunan Yunani malah roboh dari -1.9 % jadi -2.0 %. Pergerakan inflasi di seputar Mediterania dan Eropa Timur ada pada status dekati nol.

Kami masih memikir peningkatan inflasi khusus Zone Euro ke 2-3 % memungkinkan terjadi dalam beberapa waktu di depan karena inflasi energi melesat, walau kami mengaku jika kekuatan peningkatan telah turun dibandingkan harapan kami beberapa bulan kemarin.

Inflasi pokok akan naik kembali karena pembalikan rerata meningkatkan inflasi pada beberapa barang non-energi, tapi trendingnya terlihat tidak berbeda dari seputar 1 % untuk saat ini, tutur Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics.

Posisi inflasi sebagai salah satunya bahan alasan khusus untuk bank sentra dalam putuskan pengubahan suku bunga.

Sepanjang inflasi masih rendah, suku bunga peluang dipertahankan terus-terusan pada posisi rendah juga. Walau sebenarnya suku bunga rendah sebagai salah satunya factor esensial yang bisa menyebabkan nilai tukar mata uang di tempat condong menurun.

Leave a Comment

Copyright © 2022. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.