GBP/USD Hari Ini Tergelincir

Pasangan GBP/USD dalam perdagangan hari ini terlihat jelas dikontrol oleh bearish yang memaksa pasangan GBP/USD tergelincir tajam memasuki perdagangan pekan kemarin.

Dari sudut analisa teknikal, tidak terjadi permasalahan yang membebankan kedua mata uang tersebut sesuai dengan pengamatan kami, pasangan GBP/USD akan kembali memberikan kejutan untuk support semakin besar mencapai harga 1.2700.

Kesempatan untuk turun terlihat jelas dengan adanya drama brexit yang tambah panas hingga membutuhkan suatu hal yang lumayan kuat sesuai dengan suku bunga untuk memberikan dukungan terhadap Pound.

AUD/USD Gagal Mencapai Resistance

Pasangan AUD/USD memperlihatkan beberapa volatilitas dalam satu pekan ini, tapi memsuki ssi akhir perdagangan masih belum berubah.

Laju AUD/USD hari ini sideway dengan konstan sesuai hasil dari perdagangan pekan kemarin. Posisi resistance serta dukungan juga masih memberikan bayang-bayang terhadap pasangan ini diperkirakan hingga masuk pekan kedepan.

Kedua mata uang tersebut bergerak naik turun sebelumnya mencapai posisi harga yang tertinggi pada 0.7324. Namun berbalik arah pada posisi harga paling terendah di angka 0.7287.

Prediksi untuk pekan kedepan AUD/USD akan hadapi empat moment ekonomi penting, termasuk juga risalah RBA serta launching pekerjaan utama.

PMI jasa sedang mengalami penurunan ke 42,5 dari 44,0 data sebelumnya. Jarak sekitar 50 membuat rongga kontraksi dari ekspansi. Data keyakinan Usaha dari Bank Nasional Australia berhasil bergerak naik ke posisi 8, naik dari sebelumnya 14.

Peluang untuk bangkit dari zona negatif yang dialami dari sejak bulan Oktober 2018. Sentimen Customer Westpac mencoba berdiri memasuki bulan September, dengan peningkatan  sebesar 18,0%.

Laporan target Inflasi Melbourne mengalami penurunan sebesar 3,1%, sebelumnya di 3,3%. Laporan tersebut merupakan hasil yang terendah 12 bulan.

Peningkatan  Dollar AS pada minggu kemarin meredam kekuatan pasangan AUD/USD. Diagram harga mingguan  memperlihatkan laju dari indeks Dollar AS.

Catatan candle bullish yang lain memasuki perdagangan akhir pekan menyentuh harga tertinggi dalam enam pekan.

Lepas dari sinyal bullish ini, terdapat trend bearish periode panjang, sebab harga semakin menurun dibanding 3 dan 6 bulan kemarin.

Keseluruhannya laju dari harga Dollar AS minggu kedepan nampaknya sedikit condong turun, walau pasar sekarang ini ada dalam “sentimen efek” yang memperlihatkan jika Dollar masih sangat kuat. Ini bisa jadi rintangan utama buat dollar Australia.

 

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.