GBP/USD: Terhalang Brexit Yang Semakin Memanas

GBP/USD dalam perdagangan kemarin  bergerak naik serta mengalami penurunan seperti jet coster. Brexit sebagai pemicu gerakan Pound yang tidak stabil.

Permasalahan Brexit menjadi lagi sorotan dalam 2 bulan paling akhir, sesudah virus corona sudah menarik semua perhatian dari sejak bulan Maret, tinggalkan Brexit serta permasalahan yang lain dalam bayang-bayang.

Tanggapan sebelumnya masih belum menemukan tanda lebih baik, mengubah GBP bertambah rendah akan tapi kami menunggu beberapa harapan dalam  minggu terkahir.

Beberapa Kebijakan dari Ursula von der Leyen sebagai berikut:

  1. Kami sudah mengirim surat pernyataan sah ke Inggris terkait pasar internal
  2. Tagihan pasar internal pada intinya adalah pelanggaran pada kesepakatan penarikan Brexit
  3. Bila diadopsi, itu bisa menjadi kontradiksi penuh
  4. Komisi sudah putuskan untuk mengirim surat pernyataan sah ke Inggris
  5. Inggris mempunyai waktu sebulan untuk menyikapi UE lewat surat itu

Cukup jelas isi tanggapan di atas yang mengatakan bagaimana posisi Eropa pada negosiasi Brexit bersama Inggris.

Tapi belum menentukan hasil pada pihak Inggris yang keras kepala terlihat kesulitan untuk sekarang ini dalam mendapatkan persetujuan.

Jubir Inggris juga menyikapi surat Eropa itu dengan suara yang serupa. Faksi Inggris sekarang ini akan berdasar  dengan yang sedang mereka lakukan serta kemungkinan besar akan mengambil langkah mundur lebih dulu.

GBP/USD dalam perdagangan kemarin bergerak naik ke posisi paling tinggi diangka 1.2976 sesudah pernah turun dari posisi paling rendah diangka 1.2818.

Disamping ekonomi, kecuali Brexit serta reaksi terhadap pandemi virus Corona, perekonomian Inggris masih suram.

Kemarin, ONS menjelaskan jika ekonomi Inggris sedang mengalami kontraksi kurang dari jumlah yang diprediksikan memasuki kuartal paling akhir.

Dengan penarikan suport keuangan pemerintah serta pengetatan limitasi aktifitas, data tidak memberi banyak kenyamanan buat ekonomi yang lesu mendekati peluang musim dingin yang belum membaik.

Mengakibatkan, PDB Inggris mengalami penurunan 19,8% pada kuartal paling akhir semakin bertambah rendah dari -20,4% yang awalannya dipublikasikan sesudah pantauan dalam investasi usaha mengkompensasi pengurangan belanja customer .

Investasi usaha Inggris terus turun sebesar 26,5% dalam kuartal itu, pengurangan paling besar dari tiap kelompok walau di bawah pengurangan 31,4% yang awalannya disampaikan salah satu Kantor Statistik Nasional.

Disamping itu, belanja customer mengalami penurunan sebesar 23,6% serta konsumsi pemerintah menurun sebesar 14,6%.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.