Hubungan Inggris-Uni Eropa Lebih buruk Euro Kuat

The Telegraph memberikan laporan jika PM Boris Johnson tengah menimbang semua pilihan di tengah-tengah teror perang dagang.

Sesudah Brussels memberikan ancaman akan mengaplikasikan ancaman atas export Britania ke Irlandia Utara. Tanda-tanda menghangatnya jalinan Inggris-Uni Eropa ramai dikabarkan oleh beberapa media Inggris yang lain.

Tidak disangsikan jika retorika dari Brussels bisa memberatkan sentimen Sterling dalam periode pendek, tapi belumlah jelas apa itu akan cukup buat keluarkan Sterling dari waktu perdagangannya belakangan ini, kata Matt Nobes dari Global Reach Grup.

Dia meneruskan, Kekuatiran sebenarnya untuk kami ialah kemelut bisa bertambah jadi tindakan balas biaya, ataupun lebih jelek kembali, Uni Eropa lakukan interferensi untuk merintangi akses service keuangan Britania Raya ke pasar tunggal.

Satu dari ke-2 nya peluang akan dilihat sebagai kejadian beresiko berarti untuk ekonomi Britania Raya dan kami memprediksi akan terjadi tindakan jual luas atas pound.

Tim Inggris dan Uni Eropa sudah mengawali pembicaraan untuk menuntaskan permasalahan ini. Menurut The Times, kepala negosiator Uni Eropa Maros Sefcovic akan minta konsensi penting dari Inggris sekalian menuntut supaya pemerintahan mengaplikasikan prosedur Irlandia Utara yang sudah disepakati awalnya.

Jika tidak ada inovasi baru sampai bulan kedepan dan pemerintahan Inggris tidak mengaplikasikan prosedur itu, Uni Eropa siap mengaplikasikan ancaman perdagangan.

Saat itu, pound sterling semenjak minggu kemarin sudah terbeban oleh berita mengenai peningkatan tingkat infeksi COVID-19.

Peristiwa itu mendatangkan masalah untuk pemerintahan Britania Raya yang merencanakan untuk hapus keseluruhan semua limitasi sosial pada tanggal 21 Juni kedepan.

Beberapa ahli merekomendasikan supaya gagasan itu diundur untuk sediakan semakin banyak waktu untuk memvaksinasi semua masyarakat berumur lebih dari 50 tahun. Namun, penangguhan semacam itu bisa memacu tindakan jual atas pound karena harapan pasar pada pencabutan lockdown telah terlampau tinggi.

Sterling masih ketahan di atas tingkat USD1.41 dan EUR1.16 pada dolar AS dan euro di tengah-tengah kuatnya outlook ekonomi Britania Raya bersamaan dengan bersambungnya tingkatan kelonggaran pembatan sosial.

Tetapi, kebimbangan sekitar gagasan Juni batasi gerakan naik GBP, kata George Vessey dari Western Union Business Solution.

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.