Investasi Jangka Pendek, dari Saham hingga Forex

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang sifatnya sementara, serupa dengan namanya. Investasi jangka pendek ini biasanya hanya 3-12 bulan saja. Meski sebentar, namun investasi jangka pendek ini menjadi salah satu strategi tersendiri bagi para investor.

Dalam investasi jangka pendek ini, bernilai kecil walaupun kenaikannya konsisten. Sehingga jumlahnya tidak terlalu besar. Meski menguntungkan, investor pemula harus jeli memilih instrumen investasinya. Agar bisa cepat juga meraih return yang maksimal.

Investasi jangka pendek tentu berbeda dengan investasi jangka pendek. Walaupun keduanya sama-sama investasi, namun ada beberapa hal mendasar yang menjadi perbedaan keduanya.

  • Modal: Dalam investasi jangka pendek, bisa dimulai dengan modal yang kecil, bahkan¬† banyak instrumen investasi jangka pendek yang bisa dimulai dengan hanya dana ratusan ribu rupiah saja. Sedangkan modal untuk jangka panjang, investor perlu menyiapkan dana ekstra untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Walaupun bisa dimulai dengan dana minim, namun keuntungan yang kelak didapat juga sedikit.
  • Risiko: Dalam investasi jangka pendek, risiko yang didapat juga cukup besar karena pergerakan investasi yang cepat. Salah satu penyebabnya yaitu pergerakan harga pasar yang tidak stabil. Sedangkan investasi jangka panjang memiliki risiko yang kecil karena dalam investasi tersebut pergerakan dana tidak begitu cepat.
  • Tujuan: Tujuannya jelas, jika investasi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat. Sedangkan, investasi jangka Panjang biasanya digunakan untuk persiapan masa depan hingga dana pensiun.
  • Waktu dan Persiapan: Dalam investasi jangka pendek, waktunya hanya sekitar 3-12 bulan. Hal ini membuat investor bisa mempelajari cara kerja instrumen sembari berjalan. Sedangkan investasi jangka Panjang bisa menempuh waktu minimal 5 tahun, dan investor juga harus mengetahui cara kerja jenis investasi yang dipilih.

Pilihan untuk Investasi Jangka Pendek

investasi jangka pendek

Jika sudah paham bedanya, investasi jangka pendek dan jangka Panjang, kini investor tinggal memilih mau berinvestasi dimana. Berikut 4 pilihan investasi yang bisa dilakukan dengan jangka pendek:

1. Deposito bank

Jika ingin memulai berinvestasi jangka pendek, deposito menjadi rekomendasi pertama. Ya, menyimpan uang di bank, dan penarikannya ditentukan dalam jangka waktu tertentu bisa jadi pilihan mudah. Deposito juga biasanya ditawarkan dalam waktu 1,3,6 hingga 12 bulan.

Untuk labanya, nilai investasi yang diperoleh ketika mendepositokan uang di bank adalah sejumlah bunga yang ditawarkan. Jumlahnya bisa mencapai 4-6% per tahunnya. Sayangnya, bunga yang kamu dapatkan ini tidak cukup kuat buat mengalahkan inflasi yang terjadi setiap tahun.

Kelemahannya lainnya adalah, karena adanya perjanjian untuk penarikan uang di waktu yang ditentukan. Maka ketika nasabah mengambil uang di luar waktu yang ditentukan, akan dikenai denda.

2. Saham

Tidak sah jika membahas investasi tidak membicarakan saham. Saham juga bisa jadi instrumen dalam investasi jangka pendek. Membeli kepemilikan perusahaan, dan ketika sahamnya meningkat, investor akan mendapatkan pembagian laba berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

Itu jika menguntungkan, jika perusahaan merugi maka investor juga akan ikut merugi. Untuk itu sebelum bermain saham, ada baiknya investor pemula banyak-banyak riset dan baca guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang saham dan jeli menganalisis pasar.

3. Reksadana

Selain saham, reksadana juga bisa jadi instrumen investasi jangka pendek. Reksadana disebut jadi jenis investasi jangka pendek yang likuid dan praktis, cara pengelolaan reksa dana pun juga terbilang simpel karena bisa dilakukan sendiri oleh investor. 

Reksadana juga memiliki banyak jenis lainnya, ada reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang (baca link investasi rekasadana).

Dari semua jenis tersebut, setiap reksadana memiliki fluktuasi pergerakan harga serta risiko yang ditanggung pun berbeda-beda. Kamu yang mau memulai tinggal pilih saja sesuai keinginan dan kemampuanmu.

4. Forex trading

Investasi jangka pendek kali ini adalah memanfaatkan perdagangan mata uang asing. Untuk berinvestasi forex, investor harus selalu up to date dengan perubahan nilai mata uang asing. Jika nilainya naik, maka bisa saja kamu menjualnya saat itu dan mendapat keuntungan dari perubahan nilai tersebut.

Kenapa forex bisa jadi investasi jangka pendek? Hal ini lantaran, pergerakan mata uang yang bergerak cepat membuat forex trading menjadi salah satu jenis investasi jangka pendek. Sayangnya, walaupun menggiurkan, forex trading memiliki risiko yang tinggi. Untuk kamu yang baru akan dimulai, ada baiknya perbanyak riset tentang perdagangan forex.

5. Peer to Peer (P2P) Lending

Jenis investasi ini terbilang masih baru, karena bisnis P2P lending juga baru ramai akhir-akhir ini ketika fintech mulai merajalela. Meskipun begitu, investasi jangka pendek dengan P2P lending sudah banyak diminati masyarakat.

Risiko dari investasi P2P lending amatlah besar, hal ini karena tidak bernaung langsung di bawah lembaga keuangan resmi milik pemerintah. Namun laba yang diperoleh sangatlah besar, besarannya cukup tinggi sehingga banyak investor tertarik. Bandingkan saja, jika investasi jangka pendek di deposito keuntungannya di bawah 10 persen, maka di P2P lending inu bisa memberikan keuntungan lebih dari 15 persen.

Nah, jika semuanya sudah dipahami kamu tinggal pilih ingin ambil investasi jangka pendek yang mana. Walaupun ini jangka pendek, pilihlah instrumen investasi yang paling sesuai. Untuk mempermudahnya, sebelumnya kamu harus mempelajari semua instrumen investasi yang ada, mulai dari keuntungan, kerugian, serta cara kerjanya.

Setelah ditemukan instrumen yang cocok, lakukanlah monitoring aset keuangan setelah menentukan instrumen investasi. Jangan sampai ada yang terlewatkan. Selain itu ada dua hal lainnya yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai investasi jangka pendek.

  • Diversifikasi: Lakukanlah strategi diversifikasi portofolio dalam dalam investasi jangka pendek. Hal ini guna melindungi aset keuanganmu dari kerugian. Sebagai contoh, misalkan investor telah berinvestasi di reksadana. Namun, tiba-tiba harga saham turun sehingga harus melakukan diversifikasi portofolio
  • Jangan panik: Tetaplah berinvestasi, jika memang kamu mengalami penurunan maka jangan langsung panik. Meskipun saat itu nilainya mengalami penurunan, jangan langsung buru-buru untuk menjualnya. Sebab, kedepannya kita tidak akan pernah tahu bakal seperti apa.

Nah, itu dia penjelasan mengenai investasi jangka pendek beserta. Jadi, kamu akan pilih investasi jangka pendek yang mana?

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.