RUU Pasar Dalam Negeri Inggris Ancam Laju  Rebound Sterling

Pasangan GBP/USD dalam perdagangan hari ini bergerak naik untuk hari ke-2 secara berturut-turut dalam minggu ini, sebelumnya tergelincir tajam dalam pekan kemarin.

Laporan pengangguran yang lebih bagus dari harapan sudah berperan untuk menggerakkan Sterling rebound semakin tinggi.

Akan tetapi peluang ke depan masih terbebani RUU Pasar Dalam Negeri sebagai ancaman tertundanya perundingan dagang antara Inggris dengan Uni Eropa.

Penerapa tunjangan pengangguran sudah terekam pada data Claimant Count Change untuk bulan Agustus hanya saja semakin meningkat sebesar 73.7k, bergerak dari 69.9k keangka 100.0k seperti diprediksikan konsensus.

Perkembangan jumlah pengangguran dalam periode 3 bulanan hanya meningkat sebesar 12k per bulan Juli, bergerak mencapai 125k seperti dikhawatirkan pasar. Jumlah pengangguran di Inggris masih di angka 4.1 % sampai memasuki penghujung kuartal II/2020.

Dari data tersebuut memberikan rasa nyaman pasar yang tengah mencemaskan permasalahan perundingan dagang antara Inggris dengan Uni Eropa.

Walau masih ada kesempatan untuk terwujudnya persetujuan sebelum memasuki batas akhir tahun ini, tapi belum pastinya politik sudah memperkeruh kondisi pasar.

Uni Eropa Peringatkan RUU Inggris

Parlemen Inggris kemarin loloskan RUU Pasar Dalam Negeri memasuki pembahasan pertama kalinya. Walau sebenarnya, RUU itu akan menyalahi beberapa pasar dalam kesepakatan EU Withdrawal Agreement 2019.

Uni Eropa juga sudah kirim peringatan supaya Inggris mengamandemen RUU tersebut sebelum bulan depan, atau Inggris akan menghadapi tuntuan dari pihak Uni Eropa di meja hijau atas dakwaan pelanggaran kesepakatan internasional.

GBP diperkirakan akan jatuh mengejar laju perkembangan ini, pasangan EUR/GBP berhasil meneobos ke posisi 0.91 yang kami tetapkan pada perdagangan sebelumnya.

Tetapi lingkup hubungan politik serta ekonomi justru memberikan tekanan terhadap politk saja, kami saat ini meningkatkan target untuk pasangan EUR/GBP dalam waktu dekat ini mencapai posisi 0.9200, tegas Shahab Jalinoos.

Lepas dari itu, Sterling mempunyai potensi menjaga rebound dalam waktu dekat ini. Kecuali suport data pengangguran, sterling masih tertahan factor teknikal.

Gerakan GBP yang terlalu berlebih pada minggu kemarin sudah menginjeksi premi efek lumayan besar dalam GBP.

Mata uang ini dalam perdagangan dengan potongan harga dalam valuasi periode pendek kami, menggaris bawahi bukti jika beberapa kabar brexit paling baru sudah diakui oleh aktor pasar.

Minimal, background ini mengisyaratkan GBP dalam beberapa minggu ke depan lebih diuntungkan karena kabar positif.

Kami masih memprediksi akan ada semakin banyak volatilitas, tapi risk/penghargaan memberikan dukungan mengambil untung dilevel saat ini, papar Mark McCormick.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.