Solidnya Inflasi AS, USD Semakin Stabil

DXY dalam perdagangan hari ini bergerak turun, berbeda dengan laju sebelumnya mengalami peningkatan. Penurunan tersebut diakibatkan menyusutnya potensial pengesahan rangsangan fiskal penambahan oleh Parlemen AS dalam jangka waktu dekat.

DXY menempati posisi yang konstan di angka 93.30 memasuki sesi perdagangan session New York hari ini 11/9. Solidnya data inflasi customer AS memiliki peran yang sangat besar membantu posisi Greenback.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS  jika inflasi customer AS berada di 1.3 % YoY pada bulan Agustus.

Hasil ini semakin tinggi daripada harapan sebelumnya sebesar 1.2 % atau perkembangan inflasi tahunan sebesar 1.0 % dari perdangan sebelumnya.

Selain itu data inflasi pokok naik secara bersamaan sebesar 1.7 % Year-on-Year sedangkan dari hasil statistic sebesar 1.6 %.

Peran Aktif Pasar AS Mendukung Dollar

Peningkatan inflasi AS bulan kemarin dari data pembelian armada truk dan  mobil.  Kondisi tersebut membuat harga pasar otomotif tangan ke-2 mengalami kenaikan secara signifikasikan selama 51 tahun terkahir.

Kondisi ini dipengaruhi aktifitas sebagian besar warga Amerika Serikat hindari transportasi publik ditengah-tengah eskalasi pandemic COVID-19.

Membawa pengaruh besar terhadap harga otomotif khusus untuk mobil  dan truk second mengalami peningkatan sebesar 5.4 % menjadi data tertinggi untuk peningkatan dari sejak bulan Maret 1969. Tidak berhenti disitu saja CPI juga memiliki peran besar dengan peningkatan mecapai 40 %.

Laporan CPI dalam bulan Agustus menunjukkan peningkatan sejumlah harga produsen melebihi target yang ditentukan untuk cost jasa juga meningkat meskipun masih diselimuti problema pandemi.

Laju dari bursa ekuitas AS dalam perdagangan hari ini juga melesat. Disusul laju Indeks Dow Jones meningkat sebesar 0.5 %. Meskipun laju S&P500 hari ini masih stagnan kurs dollar AS meningkat meski hanya tipis terhadap mata uang pesaing utama.

Respond Ketua The Fed

Pihak Jerome Powell menyampaikan akan mengadakan perubahan target inflasi untuk kedepannya, untuk saat ini focus terhadap pemulihan sector tenaga kerja agar lebih terbantu perekonomian Negara dari pada sector inflasi.

Gagasan tersebut langsung mendapatkan respon dari sejumlah analais terkait suku bunga yang akan dipasangan pihak The Fed dengan harapan inflasi akan mencapai target yang telah direncanakan. Meskipun nantinya inflas tidak bias dipastikan merubah kebijakan.

Kebijakan The Fed yang bersifat fleksibel akan mempengaruhi perkembangan pasar khususnya suku bunga yang semakin rendah.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.