Strategi Investasi Saham yang Perlu Dipahami

Investasi saham adalah jenis investasi yang dianggap paling berpotensi memberikan keuntungan.  Namun, potensi keuntungan ini tidak akan maksimal jika investor tidak menerapkan strategi investasi saham.

Strategi investasi saham ini biasanya disesuaikan dengan profil risiko investor, tujuan investasi, dan gaya investor itu sendiri. 

Ada tipe investor yang konservatif, moderat, dan juga agresif. Selain itu, masing-masing investor juga memiliki tujuan investasi berbeda-beda termasuk target waktu investasinya.

Karena itu, strategi investasi saham tiap-tiap investor akan berbeda-beda. Apa saja strategi investasi saham yang biasa digunakan investor agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal? Berikut ulasannya.

Strategi Investasi Saham

1. Menabung Saham 

Strategi investasi saham yang dipilih investor dapat dilakukan dengan cara menabung saham. 

Pada prinsipnya menabung saham ini seperti halnya menabung di bank maupun di simpanan lain, hanya saja produk yang diinvestasikan ini berupa saham perusahaan.

Kamu bisa membeli saham suatu perusahaan secara rutin untuk jangka panjang. Saham yang merupakan aset berharga ini menjadi bukti kepemilikan kamu terhadap suatu perusahaan.

Saham yang ditanam ini akan digunakan pengembangan bisnis perusahaan. Jika bisnis tersebut menghasilkan keuntungan, maka kamu akan mendapatkan keuntungan sesuai persentase kepemilikan saham yang biasa disebut keuntungan dividen.

Selain itu, dalam jangka panjang, saham-saham yang ditabung ini juga berpotensi meningkat nilainya dibandingkan saat pembelian. 

Jika kamu ingin menjual saham ini di kemudian hari, kamu akan mendapatkan selisih keuntungan dari harga saham saat pembelian dan penjualan yang biasa disebut dengan capital gain.

Jadi, ada dua jenis keuntungan yang bisa kamu dapat dari menabung saham ini tanpa kamu perlu memantau pergerakan saham tiap hari. Hanya saja, tips penting dalam menabung saham ini adalah memilih jenis saham dari perusahaan yang berkinerja baik, seperti saham blue chip.

2. Trading Saham

Strategi investasi saham berikutnya yang bisa kamu pilih adalah trading saham. Trading saham adalah kegiatan jual beli saham dalam jangka pendek dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal. 

Berbeda dengan menabung saham yang diperuntukkan jangka panjang, trading saham dilakukan jangka pendek dengan memantau pergerakan harga saham secara harian.

Keuntungan yang didapat dari trading saham ini adalah capital gain yakni selisih harga saat beli dan jual dengan memanfaatkan momentum fluktuasi harga saham.

Karena itu, agar bisa memaksimalkan keuntungan dari selisih ini, investor harus memantau pergerakan harga saham secara harian.

Selain itu, investor yang melakukan trading saham ini perlu mempelajari analisis teknikal. Analisis teknikal adalah jenis strategi mempelajari pergerakan harga saham dan volume perdagangan saham setiap hari.

Dalam melakukan trading saham ini, biasanya saham yang dipilih adalah saham-saham dengan fluktuasi yang cenderung tinggi.

3. Growth Investing 

Strategi investasi saham berikutnya adalah growth investing. Growth investing ini adalah jenis strategi investasi saham yang berfokus pada potensi pertumbuhan bisnis atau perusahaan.

Jika menggunakan strategi ini, maka investor tidak memperdulikan nilai harga saham sedang rendah atau tinggi. 

Sebab, yang ditekankan adalah potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Selama pertumbuhan perusahaan baik, maka potensi saham juga sangat besar.

Sehingga, investor yang menggunakan strategi ini tidak masalah membeli saham yang harganya sudah tinggi, selama keyakinannya terhadap saham perusahaan yang ia beli akan terus bertumbuh di masa mendatang.

4. Value Investing 

Value investing adalah strategi investasi saham yang biasanya menjadi pilihan investor berinvestasi saham. 

Kebalikan dari growth investing yang menekankan pada pertumbuhan bisnis atau saham perusahaan. Maka value investing adalah strategi yang berfokus pada pembelian saham bernilai atau value stock. 

Investor yang menerapkan strategi value investing ini biasanya membeli saham yang harganya masih rendah dan di bawah harga wajar atau undervalued

Mereka yang menerapkan strategi ini meyakini saham-saham ini akan meningkat nilainya dalam jangka panjang. 

Strategi investasi saham value investing ini cocok untuk investor yang berinvestasi jangka panjang. 

Sebab, keuntungan yang didapat dengan menerapkan strategi ini adalah fluktuasi dari saham saat dibeli dan saat dijual beberapa tahun kemudian.

Investor harus memiliki teknik analisa untuk memilih saham-saham value stock yang berpotensi cuan di masa mendatang ini. 

Biasanya, analisis yang digunakan adalah analisis top down yang bisa dilihat dari kondisi fundamental perusahaan kemudian pergerakan saham, daya beli masyarakat, serta prospek jangka panjang.

5. Income Investing

Strategi investasi saham selanjutnya yang dapat dipilih adalah income investing. Income investing adalah strategi pembelian saham saham perusahaan yang rutin memberikan pembagian keuntungannya atau dividen. 

Jika strategi growth investing, value investing, dan trading saham berfokus pada keuntungan selisih atau capital gain. Maka income investing berfokus pada saham-saham penghasil dividen.

Investor yang menggunakan strategi ini adalah mereka yang berinvestasi dalam jangka panjang atau minimal mempertahankan sahamnya hingga cum date dividen atau jangka waktu tertentu sampai dibagikannya dividen perusahaan. 

Selain dividen, income investing juga sekaligus memberikan keuntungan capital gain. Misalnya investor menjual saham perusahaan setelah deviden dibagikan, maka nilai saham tersebut kemungkinan lebih tinggi dibandingkan saat pembelian.

Untuk memaksimalkan keuntungan dari strategi income investing ini, maka investor perlu memilih saham yang memberikan dividen terbaik. 

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada berbagai jenis saham yang dikenal memberikan dividen cukup tinggi yang masuk kategori IDX High Dividend 20. 

Indeks ini adalah indeks yang mengukur kinerja harga saham yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan dividend yield cukup tinggi.

Tak hanya itu, investor juga perlu mengecek tren-tren dividen perusahaan. Sebab, ada perusahaan yang rajin membagikan dividen tetapi ada juga yang tidak. 

Demikian, strategi dalam investasi saham yang biasa digunakan investor. Jika kamu akan memulai berinvestasi saham, kamu bisa memilih strategi investasi saham satu di antaranya. 

Pastikan pilih strategi investasi saham yang sesuai dengan tujuan investasi, target waktu, maupun profil risiko kamu demi memaksimalkan keuntungan.

Leave a Comment

Copyright © 2022. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.