Yen Mencapai Posisi Tertinggi Dalam Dua Pekan

Yen kuat semakin tinggi pada hari Rabu sebab beberapa aktor pasar memprediksi The Fed yang benar-benar akomodatif akan memberatkan dollar AS.

Dollar/yen memiliki perjalanan yang kian menarik bermain untuk Fed yang dovish yen mencapai posisi tertinggi dalam dua pekan pada posisi 105,25 per dollar, mempunyai potensi kembali turun ke $105.00 an.

Yen kuat semakin tinggi pada hari Rabu disebabkan beberapa aktor pasar memprediksi Federal Reserve AS yang benar-benar akomodatif dimana bisa memberatkan dollar AS, sementara mata uang yuan China perpanjang peningkatan  sesudah data yang menunjukkan peluang lebih bagus untuk perekonomian No.2 dunia itu.

The Fed akan membuat pengakuan kebijakan untuk pertamakalinya dari sejak pendekatan yang bertambah toleran pada inflasi terjadi Rabu malam.

Pelaku pasar beli yen setelah mendapatkan kepercayaan bank sentra AS kemungkinan menjanjikan rangsangan selanjutnya, peluang akan lemahkan dollar AS serta menggerakkan imbal hasil Treasury semakin rendah.

The Fed diprediksikan tidak meningkatkan suku bunga tapi rekonsilasi untuk pembelian obligasi saja.

Yen sentuh posisi paling tinggi dalam dua minggu di angka 105,25 per dollar. Namun dollar masih terombang-ambing terhadap mata utama lainnya, diprediksikan akan semakin rendah kemungkinan hanya bisa bertahan konstan perdagangan terakhir di 0,1%  sedikit bertambah lemah pada Aussie serta kiwi.

Pergerakan USD/JPY Semakin Menarik

Dollar/Yen memiliki perjalanan yang menarik untuk bermain untuk Fed yang sedang dovish memberikan tambahan jika yen benar-benar peka pada pasar obligasi AS, mengingat investor Jepang ialah konsumen besar hutang AS.

Investor bisa menyiapkan diri untuk beberapa tindakan harga yang masih belum stabil, tapi saat berkurang investor harus melihat Fed yang cenderung mengarah pada kebijakan yang semakin longgar guna menyesuaikan informasi mereka, kata Callow.

Euro konstan berada di $1,1847 serta sterling merayap naik ke posisi ke $1,2914 ditengah-tengah keinginan saat gagasan Inggris untuk menyalahi kesepakatan Brexit tidak membawa hasil.

Keputusan The Fed turun secara term pada 01.00 WIB kamis pagi hari diiringi dengan pertemuan juru bicara dari pihak Jerome Powell 30 menit setelah itu.

Kecuali kebijakan yang lebih cepat dengan konsentrasi utama pada prediksi ekonomi Fed, terlebih bila Fed menerangkan ke mana laju inflasi serta apa yang berarti untuk suku bunga bersama pemerintahan barunya.

Minimnya informasi dapat sedikit memberikan nafas untuk dollar, walau perkiraan kemungkinan tidak bertahan lama.

Pasar keseluruhannya tahu jika Fed ingin dovish. Namun  kemungkinan tidak sesuai yang diharapkan pasar dalam soal  perincian pertemuan tersebut, tegas Moh Siong Sim.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.