DailyFX.ID — TAIPEI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meluncurkan aplikasi BRImo Taiwan sebagai upaya memperkuat bisnis layanan keuangan lintas negara. Peluncuran ini ditujukan bagi diaspora Indonesia di Taiwan, seiring dengan besarnya arus remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negara tersebut ke Indonesia.
Melalui aplikasi BRImo Taiwan, PMI dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial dalam satu platform, mulai dari transaksi sehari-hari hingga pengiriman dana ke Indonesia. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya BRI dalam memperkuat layanan perbankan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Taiwan.
Satu tahun setelah BRI memperkuat kehadirannya melalui BRI Taipei Branch di Zhongsan District, total aset BRI Taipei dilaporkan telah mencapai lebih dari US$408 juta. Hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi antara Taiwan dan Indonesia tercatat sekitar US$490 juta, dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani oleh BRI.
BRImo Taiwan, yang berada di bawah naungan Danantara dan diawasi oleh Central Deposit Insurance Corporation (CDIC) serta Financial Supervisory Commission (FSC) Taiwan, dirancang sebagai ekosistem perbankan digital. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan transaksi finansial harian yang dapat diakses selama 24 jam, demi mempermudah akses layanan keuangan lintas negara yang aman, cepat, dan transparan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa melalui BRImo Taiwan, bank ini berupaya membuat layanan perbankan menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan dekat bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Menurutnya, kehadiran BRI di Taiwan bukan hanya sekadar membuka kantor atau menyediakan layanan digital, melainkan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja dan berkarya di sana.
“Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan di Indonesia,” ujar Hery saat peluncuran BRImo Taiwan di New Taipei City Hall, Minggu (23/8/2026).
Kehadiran BRImo Taiwan menjadi semakin relevan mengingat Taiwan merupakan salah satu negara tujuan utama PMI dengan aktivitas ekonomi dan remitansi yang signifikan. Melalui layanan digital yang mudah diakses, BRI mendorong PMI untuk tidak hanya memanfaatkan layanan perbankan untuk transaksi dan pengiriman uang, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang aman, terencana, dan berkelanjutan.
Besarnya peran PMI di Taiwan terhadap perekonomian nasional tercermin dari arus remitansi yang dikirimkan ke Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar pada tahun 2025, atau setara dengan Rp47-48 triliun jika dikonversikan menggunakan kurs Rp16.000 per dolar AS. Nilai ini menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$1,37 miliar pada tahun 2021.
Arus remitansi tersebut mengindikasikan bahwa PMI di Taiwan tidak hanya menjadi bagian penting dari pasar tenaga kerja internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian keluarga dan daerah asal di Indonesia.
Nasabah BRI Bangun Bisnis di Taiwan
Akses mudah untuk makanan halal dari Indonesia menjadi salah satu motivasi bagi pengusaha UMKM kuliner asal Cilacap, Sri Purwanti, untuk membuka rumah makan Indonesia di Taipei, Taiwan. Perempuan yang akrab disapa Sri Rahayu ini memulai usahanya karena kesulitan mencari restoran halal saat pertama kali pindah ke Taiwan.
Sri Rahayu ingin menghadirkan Kedai Sri Rahayu untuk memudahkan masyarakat Indonesia di Taiwan mendapatkan makanan khas Indonesia. “Awalnya pertama itu karena saya sendiri seorang muslim, jadi untuk mencari makanan di luar susah (menemukan makanan halal),” ujar Sri Purwanti di Taipei, Taiwan.
Ia menambahkan, “Saya juga ingin teman-teman saya mudah saat ke mana-mana bisa mendapatkan makanan Indonesia. Kalau misalnya kita kangen makanan Indonesia, kita bisa mencari waktu.”
Seiring berjalannya usaha rumah makannya, Sri Rahayu berhasil mengumpulkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. “Omzet per bulan sekitar kurang lebih Rp 100-200 juta,” katanya.
Dengan konsumen yang sebagian besar adalah pelancong dan diaspora dari Indonesia, nasi liwet ayam serundeng menjadi menu andalan Kedai Sri Rahayu di Taipei. “Konsumennya di sini rata-rata orang Indonesia, 70% orang Indonesia, 30% orang luar dan makanan yang paling sering dipesan di rumah makannya adalah nasi liwat ayam serundeng,” ungkapnya.
Sri Rahayu mengungkapkan bahwa perjalanannya membangun Kedai Sri Rahayu didukung oleh fasilitas layanan keuangan BRI yang mempermudah transaksi lintas batas di luar negeri. “Saya sudah (menjadi nasabah BRI) selama 4 tahun, mulai aktif di 2024,” ungkapnya.
Seiring perkembangan usahanya, kebutuhan transaksi keuangan Sri pun ikut berubah. Mobilitas yang tinggi sebagai pengusaha membuat kemudahan akses layanan perbankan menjadi semakin penting. Kini, Sri aktif menggunakan BRImo Taiwan untuk mendukung kebutuhan transaksi keuangannya selama berada di Taiwan.
Kehadiran BRImo Taiwan memberikan kemudahan bagi Sri untuk tetap terhubung dengan layanan BRI secara digital dari negara tempatnya bekerja dan mengembangkan usaha. Berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui telepon genggam.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa perjalanan Sri Purwanti mencerminkan potensi besar masyarakat Indonesia untuk tumbuh dan naik kelas, termasuk mereka yang bekerja dan membangun kehidupan di luar negeri. Menurutnya, kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri terus berkembang seiring semakin beragamnya aktivitas ekonomi diaspora dan PMI.
Oleh karena itu, BRI terus memperkuat layanan yang mampu menjaga konektivitas mereka dengan ekosistem keuangan di Indonesia, salah satunya melalui BRImo Taiwan. “Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan finansial mereka, mulai dari bekerja, menabung, mengirimkan hasil jerih payah kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha. Kisah Ibu Sri menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang baik, dan akses layanan keuangan yang semakin mudah, PMI memiliki peluang besar untuk maju,” tutur Dhanny.
Ikuti DailyFX.ID
