— Nilai industri olahraga di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar Rp 40 triliun. Angka ini merupakan sebagian kecil dari potensi pasar global yang diperkirakan mencapai Rp 8.000 triliun. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan hal tersebut, menekankan komitmen pemerintah untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap olahraga dari sekadar aktivitas kebugaran menjadi komoditas ekonomi yang memiliki nilai tinggi.

Dalam pernyataannya di Tangerang, Erick Thohir menjelaskan bahwa porsi industri olahraga nasional baru menyumbang sekitar 0,5% dari pasar dunia. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang pertumbuhan ekonomi domestik melalui pemanfaatan ekosistem olahraga yang belum optimal. Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar Indonesia Sports Summit 2026, sebuah forum yang bertujuan memetakan dan mempercepat integrasi sektor olahraga dengan pariwisata.

Tiga Pilar Utama Investasi Olahraga

Erick Thohir menegaskan pergeseran paradigma pengelolaan sektor olahraga, dari yang sebelumnya dianggap sebagai pengeluaran, kini harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Investasi melalui kegiatan olahraga mencakup tiga aspek strategis. Pertama, pembentukan karakter masyarakat yang tangguh, disiplin, dan berdaya tahan tinggi. Kedua, peningkatan kesehatan masyarakat, di mana partisipasi aktif olahraga di Indonesia pada usia 13-30 tahun baru mencapai 17,5% dari total 125 juta jiwa, angka yang masih rendah dibandingkan Jepang yang mencapai 65% partisipasi aktif.

Aspek ketiga adalah sebagai penggerak roda keuangan, di mana penyelenggaraan kegiatan olahraga terbukti mampu memberikan imbal hasil ekonomi nyata. Berbagai ajang olahraga dapat menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sektor perhotelan, transportasi, hingga pariwisata daerah.

Dorongan Kemitraan dengan Sektor Swasta

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem olahraga, pemerintah mengharapkan peran aktif dari dunia usaha. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas olahraga dinilai mampu memperbesar dampak ekonomi sekaligus memperluas budaya hidup sehat secara berkelanjutan. Pendekatan konvensional sebelumnya membuat pembangunan sektor olahraga sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga potensi nilai tambah ekonomi belum terkelola secara profesional dan mandiri.

Kini, pemerintah mulai mengintegrasikan olahraga ke dalam industri kreatif serta pariwisata daerah. Perubahan gaya hidup masyarakat pascapandemi yang semakin menggemari kegiatan luar ruangan, tingginya populasi usia muda, serta maraknya acara olahraga massal menjadi modal penting dalam membangun ekosistem komersial olahraga di Tanah Air. Melalui kemitraan strategis dan forum industri berskala nasional, olahraga diharapkan dapat bertransformasi menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing global.