— JAKARTA – Industri komponen otomotif Indonesia tengah menghadapi dinamika perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pasar, dan persaingan produk impor. Situasi ini justru menjadi momentum bagi produsen komponen nasional untuk meningkatkan kapabilitas dan menembus pasar global.

President Director PT Astra Otoparts, Yusak Kristian, menjelaskan bahwa perkembangan kendaraan elektrifikasi membuka peluang bagi produsen komponen lokal untuk berinovasi. “Di saat yang sama, meningkatnya standar dan kebutuhan pasar global juga mendorong industri lokal untuk terus meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing,” ujarnya dalam acara Press Briefing Automechanika Jakarta 2026, Jumat (18/9/2026).

Menurut Yusak, industri komponen Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih kuat dalam rantai pasok otomotif global. Astra Otoparts berupaya memperkuat koneksi internasional melalui partisipasinya di Automechanika Jakarta 2026. Dalam pameran ini, Astra Otoparts akan memperkenalkan ekosistem bisnis terintegrasi yang melibatkan 25 perusahaan dari berbagai lini bisnis.

Portofolio yang akan ditampilkan mencakup komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, velg, kondensor, serta solusi untuk segmen OEM dan aftermarket. Keikutsertaan ini juga bertujuan memperluas jaringan bisnis Astra Otoparts dengan pelaku industri domestik dan internasional.

Yusak, yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (Giamm), berharap ajang tersebut dapat membuka peluang pengembangan bisnis dengan OEM, distributor, supplier, serta pemain aftermarket dari Indonesia maupun global. “Kami berharap keikutsertaan Astra Otoparts di Automechanika Jakarta dapat menjadi kesempatan untuk memperluas koneksi dan berinteraksi dengan lebih banyak pelaku industri, baik dari Indonesia maupun internasional,” tuturnya.

Menjadi Jembatan Penghubung Industri

Pameran Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 akan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Automechanika, mengikuti jejak pasar otomotif dunia lainnya seperti Shanghai, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh City.

AMJKT 2026 dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan industri komponen otomotif Indonesia dengan rantai pasok global. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang produk, tetapi juga agenda perdagangan, business matching, transfer teknologi, dan penguatan kolaborasi antara pelaku industri lokal dan internasional.

General Manager Messe Frankfurt HK, Fiona Chiew, menyatakan bahwa kekuatan Automechanika terletak pada jaringan global dan pengalaman penyelenggaraannya di berbagai negara. Messe Frankfurt telah menyelenggarakan 16 pameran Automechanika di pasar otomotif mapan dan berkembang.

Fiona menambahkan, jaringan Messe Frankfurt di pasar lokal dan internasional memungkinkan AMJKT memadukan keahlian lokal dengan wawasan internasional. Hal ini diperkuat melalui kemitraan dengan pihak lokal, termasuk Giamm. AMJKT juga mendapat dukungan pemerintah Indonesia serta 16 asosiasi lokal dan internasional dari Jepang, Malaysia, dan Uni Eropa.

Messe Frankfurt menyiapkan program untuk mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan calon mitra dari luar negeri, salah satunya melalui business matching yang menghubungkan pembeli internasional dengan bisnis lokal. Selain itu, terdapat Forum Kolaborasi Rantai Pasok yang mengangkat isu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produksi kendaraan listrik (EV), serta integrasi rantai pasok.

“Program dan acara pendukung kami merupakan sarana yang sangat baik untuk membangun kolaborasi serta menjalin hubungan antara pihak lokal dan internasional,” kata Fiona. Forum tersebut diharapkan mendorong dialog antara pelaku industri otomotif Indonesia dengan pemain internasional untuk membangun kolaborasi strategis.