— Media sosial kini menjadi ruang yang sangat kompleks dan berpengaruh bagi merek (brand). Audiens bergerak cepat, platform terus berubah, dan algoritma merespons secara berbeda terhadap berbagai bentuk perilaku di tiap platform. Apa yang berhasil di TikTok belum tentu efektif di Instagram, begitu pula konten yang meraih jangkauan luas belum tentu membangun kepercayaan atau menciptakan makna bagi sebuah merek.

Kondisi ini mengharuskan merek tidak lagi memperlakukan media sosial hanya sebagai saluran distribusi di akhir kampanye. Media sosial harus menjadi bagian integral dari proses kreatif dan strategis sejak awal. Penting untuk memahami kesenjangan antara cara merek berkomunikasi dan bagaimana masyarakat sebenarnya berpikir, berbicara, serta berpartisipasi dalam budaya.

Menjawab tantangan ini, Feel Good Network menggandeng Lengua, sebuah agensi kreatif yang berfokus pada media sosial (social-first creative agency). Bergabungnya Lengua memperkuat kapabilitas jaringan Feel Good Network dalam strategi media sosial, produksi konten, storytelling yang dirancang secara native untuk setiap platform, serta engagement berbasis creator.

Lengua didirikan untuk membantu merek memahami karakter dan bahasa spesifik dari setiap platform media sosial. Agensi ini mengidentifikasi kesenjangan budaya sebagai peluang kreatif, membentuk konten berdasarkan perilaku audiens yang nyata, dan menciptakan karya yang mampu memenangkan perhatian di tengah derasnya informasi tanpa kehilangan identitas merek.

Co-Founder & CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, menjelaskan bahwa bergabungnya Lengua bukan sekadar memperluas layanan. “Ini adalah tentang memperkuat ekosistem yang telah kami bangun. Ketika brand menghadapi platform sosial yang semakin kompleks, mereka membutuhkan para spesialis yang memahami budaya, algoritma, creator, dan konten, semuanya terhubung dalam satu strategi pertumbuhan. Inilah peran yang akan dimainkan Lengua di dalam Feel Good Network,” ujar Wisnu dalam keterangan rilisnya, Rabu (26/8/2026).

Bagi Lengua, bergabung dengan Feel Good Network memberikan ruang lebih besar untuk mengembangkan perspektif social-first mereka melalui ekosistem yang lebih luas. Mereka akan bekerja bersama para spesialis di bidang brand, creative, content, creator, media, dan data.

Co-Founder & Managing Director Lengua, Darryl Driyarto Han, menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, Lengua berfokus membangun keahlian (craft), sumber daya manusia (people), dan perspektif berbasis budaya yang berangkat dari pemahaman terhadap manusia sebelum platform. “Bergabung dengan Feel Good Network bukan berarti menjadi sesuatu yang bukan diri kami, melainkan membawa perspektif tersebut ke panggung yang lebih besar, bersama para spesialis yang memiliki ambisi yang sama untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Bagi kami, ini bukan tentang menjadi lebih lantang, tetapi tentang membangun sesuatu yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Darryl.

Sejak 2024, Lengua telah bekerja sama dengan Grab dalam lebih dari 40 kampanye. Kolaborasi ini mencakup strategi, KOL, storytelling yang native terhadap platform, serta konten kreatif di seluruh ekosistem media sosial brand tersebut. Kemitraan ini berangkat dari pemahaman mengenai bagaimana perilaku masyarakat di media sosial membentuk persepsi di Indonesia, termasuk apa yang dipercaya, dibagikan, dan dianggap valid oleh masyarakat di dalam komunitas mereka.

Salah satu bentuk kolaborasi yang paling menonjol adalah kampanye #MelajuDenganSyantiek. Kampanye ini berhasil mengubah program perekrutan pengemudi perempuan Grab dari sekadar pesan rekrutmen menjadi percakapan budaya yang lebih luas. Dengan menempatkan para pengemudi perempuan sebagai tokoh utama dan memanfaatkan creator sebagai penguat pesan, kampanye ini menantang stereotip melalui storytelling yang autentik dan sesuai dengan karakter masing-masing platform.

Kampanye tersebut menghasilkan 26,6 juta views, 8 juta reach, dan 1,3 juta engagements. Selain itu, kampanye ini juga menarik lebih dari 20.000 prospek pengemudi perempuan dan menghasilkan estimasi Return on Investment (ROI) sebesar 2,82x.