DailyFX.ID — Harga batu bara diprediksi masih akan berada di bawah tekanan pada perdagangan pekan ini. Research and Development ICDX, Girta Yoga, menyatakan bahwa tren bearish atau penurunan harga batu bara berpotensi berlanjut akibat sejumlah sentimen dari pasar energi global.
Menurut Yoga, pasar akan mencermati perkembangan permintaan dari dua konsumen utama batu bara dunia, yaitu China dan India. Selain itu, kondisi pasokan dari negara produsen utama seperti Indonesia dan Australia juga menjadi faktor krusial yang akan menentukan keseimbangan pasar batu bara global.
Perkembangan kebijakan energi bersih di negara-negara konsumen utama juga menjadi perhatian. Percepatan penggunaan energi terbarukan berpotensi membatasi pertumbuhan permintaan batu bara dalam jangka menengah hingga panjang. Di sisi lain, fluktuasi harga dan pasokan gas alam, sebagai substitusi batu bara dalam pembangkit listrik, juga perlu dicermati.
“Untuk perdagangan pekan ini, harga batu bara diperkirakan bergerak pada resistance di kisaran US$128-129,50 per ton. Sementara itu, support berada di rentang US$127,75-126,25 per ton,” ungkap Yoga.
Prospek Batu Bara Semester II 2026
Meskipun menghadapi tekanan dalam jangka pendek, Girta Yoga menilai prospek harga batu bara pada semester II-2026 belum sepenuhnya negatif. Ia memperkirakan harga batu bara pada periode tersebut akan bergerak netral hingga bullish moderat, dengan rentang harga sekitar US$125-145 per ton.
Prospek ini menunjukkan bahwa, walau permintaan menghadapi tantangan dari peningkatan produksi India dan percepatan transisi energi China, harga batu bara masih ditopang oleh sejumlah faktor pendukung. Kondisi pasokan dari negara produsen utama akan menjadi salah satu penentu. Gangguan produksi atau perubahan kebijakan ekspor dapat memengaruhi keseimbangan pasokan global dan memberikan dukungan terhadap harga.
“Di sisi permintaan, perkembangan ekonomi dan kebutuhan energi China serta India tetap menjadi perhatian utama. Kedua negara tersebut memiliki peran besar dalam menentukan arah permintaan batu bara global,” jelasnya.
Ikuti DailyFX.ID
