— JAKARTA – Sebanyak 30 perempuan pengusaha atau womenpreneurs dari 26 kota dan kabupaten yang tersebar di 14 provinsi kini mulai mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh. Para peserta program GROW with RupiahCepat Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 tersebut telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan. Tahap selanjutnya yang mereka masuki adalah penyusunan proposal pengembangan usaha.

Angka 30 peserta ini merupakan hasil seleksi dari lebih dari 270 pendaftar. Selama mengikuti bootcamp, para peserta mendapatkan empat sesi pelatihan daring. Materi pelatihan dibagi menjadi dua sesi Business Training dan dua sesi Digital Marketing Training.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar pembelajaran tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan dapat langsung diterapkan sesuai dengan kondisi riil masing-masing usaha. “Kami berharap rangkaian pembekalan dan bimbingan dalam GROW with RupiahCepat Womenpreneurship Business Bootcamp dapat menjadi bekal bagi para Womenpreneurs untuk semakin memahami bisnisnya, melihat peluang pengembangan usaha, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi masing-masing usaha,” ujar Anna dalam keterangan pers, Jumat (25/9/2026).

Pada sesi Business Training, peserta dibekali berbagai materi penting. Mulai dari pemahaman mengenai pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset), analisis pasar dan konsumen, pembangunan merek (brand building), operasional, manajemen keuangan, hingga model bisnis kanvas (business model canvas).

Mentor Business Training, Perry Primanda, menekankan pentingnya pemahaman bisnis yang menyeluruh. Menurutnya, hal ini krusial agar para pelaku usaha dapat menentukan strategi pengembangan yang paling sesuai dengan kondisi bisnis mereka. “Peserta diajak untuk melihat bisnis tidak hanya dari sisi produk dan penjualan, tetapi juga memahami siapa konsumennya, bagaimana membangun brand, serta bagaimana mengelola operasional, keuangan, dan model bisnis,” jelas Perry.

Sementara itu, sesi Digital Marketing Training yang dibawakan oleh Mentor Nugraha Andaf, membekali peserta dengan materi fundamental pemasaran digital. Materi yang diberikan meliputi pembuatan konten kreatif, optimalisasi marketplace, manajemen afiliasi, serta pemanfaatan platform seperti TikTok, Shopee, dan Meta Ads.

Nugraha menambahkan bahwa pemanfaatan kanal digital harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas setiap usaha. Peserta tidak hanya belajar tentang pembuatan konten yang menarik, tetapi juga bagaimana mengoptimalkan berbagai marketplace, mengembangkan strategi dengan para afiliator, serta memanfaatkan iklan digital secara efektif.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembekalan, para peserta kini fokus pada penyusunan proposal pengembangan usaha. Proposal ini akan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan spesifik bisnis masing-masing. Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar penilaian bagi RupiahCepat dan para mentor untuk mengevaluasi rencana pengembangan usaha para peserta. Nantinya, sebanyak 7 hingga 10 womenpreneurs terpilih akan mendapatkan dukungan pendanaan pengembangan usaha dengan total nilai mencapai Rp 30 juta.