DailyFX.ID — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/9/2026) sore. Putra bungsu Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra, resmi dimakamkan setelah diantarkan oleh keluarga besar Trah Soekarno, jajaran pejabat negara, serta deretan tokoh publik nasional.
Momen emosional menyelimuti saat tiga kakak kandung almarhum yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri berkumpul bersama mengitari liang lahat untuk melepas kepergian sang adik bungsu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013–2014, Roy Suryo, yang turut hadir di lokasi, mengungkapkan kalimat perpisahan yang diucapkan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjelang jenazah dimasukkan ke liang lahat.
“Tadi ada Mas Tok (Guntur Soekarnoputra), Bu Mega, dan Mbak Sukma. Sempat mereka bertiga berkumpul mengantarkan adik bungsu mereka. Bu Mega mengucapkan, ‘Baik-baik ya, hati-hati,'” ungkap Roy Suryo seusai seluruh prosesi pemakaman usai pada pukul 15.00 WIB, Sabtu.
Berdampingan dengan Makam Sang Ibunda, Fatmawati
Pusara almarhum Guruh Soekarnoputra ditempatkan di Blad 07 Blok AAI. Posisi liang lahatnya berada tepat bersisian di samping makam kakaknya, M. Taufan Soekarnoputra, serta berada di dalam area kompleks pemakaman sang ibunda yaitu Ibu Negara pertama RI Fatmawati Soekarnoputri.
Rangkaian prosesi pemakaman dimulai setelah ibadah salat Zuhur. Rombongan jenazah almarhum tiba di TPU Karet Bivak sekitar pukul 13.35 WIB. Sebelum jenazah diturunkan, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike membacakan riwayat dan rekam jejak perjalanan hidup Guruh Soekarnoputra. Pembacaan tersebut merangkum perjalanan almarhum sejak masa kecilnya di lingkungan Istana Negara hingga dedikasi seumur hidupnya yang tak pernah surut di panggung seni, kebudayaan, dan politik nasional.
Selanjutnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan pidato perpisahan mewakili keluarga besar Bung Karno. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara turut hadir memberikan penghormatan terakhir di area pemakaman, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Hukum dan HAM periode 2014–2024 Yasonna Laoly, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta berbagai seniman senior Tanah Air.
Dedikasi Guruh Soekarnoputra di Seni dan Politik
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra merupakan anak bungsu dari pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Ibu Fatmawati. Tumbuh dalam atmosfer perjuangan bangsa dan kekayaan budaya Nusantara, Guruh mengasah bakat seninya sejak usia dini, khususnya di bidang seni tari, koreografi, dan komposisi musik.
Di ranah kebudayaan, Guruh dikenal sebagai maestro yang berhasil memodernisasi seni pertunjukan Indonesia tanpa kehilangan akar tradisinya. Melalui wadah Swara Maharddhika, Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production, serta grup musik eksperimental Guruh Gipsy, ia melahirkan berbagai karya kolosal dan lagu-lagu legendaris yang membakar semangat nasionalisme.
Tak hanya mengabdi di panggung seni, Guruh juga meneruskan ideologi sang ayah di panggung politik nasional. Ia mengabdi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selama beberapa periode (1992–1997 dan 1999–2024). Kombinasi jiwa seniman dan keteguhan politiknya menjadikan Guruh sebagai sosok yang senantiasa mendedikasikan hidupnya untuk membela rakyat kecil dan memperkuat kepribadian bangsa melalui seni dan kebudayaan.
Ikuti DailyFX.ID
