— JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa seluruh infrastruktur telekomunikasi, khususnya Base Transceiver Station (BTS), di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih sepenuhnya. Dari total 812 site BTS yang terdampak saat bencana terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, kini semuanya telah berfungsi normal.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa pemulihan 100 persen ini mencakup delapan kabupaten di Provinsi NTT. “Alhamdulillah sampai per hari ini laporannya terkait dengan konektivitas di wilayah terdampak gempa itu dari 812 titik atau site BTS. Alhamdulillah per hari ini sudah pulih 100 persen, yang terdampak di 8 kabupaten di NTT,” ujar Fifi Aleyda dalam acara penyerahan bantuan logistik di Kantor Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Sabtu (22/6/2026).

Meskipun konektivitas telekomunikasi telah kembali normal, Komdigi tetap menyalurkan bantuan logistik dan perangkat telekomunikasi untuk masyarakat yang terdampak gempa. Salah satu bantuan yang diberikan adalah unit perangkat telekomunikasi Starlink.

Fifi menjelaskan bahwa sekitar 20 unit perangkat Starlink dikirimkan dengan harapan dapat membantu menjaga konektivitas di daerah-daerah yang masih terdampak. Ketersediaan dan penguatan konektivitas dinilai sangat penting untuk mempercepat koordinasi dan penanganan bencana.

Dengan dukungan komunikasi yang memadai, petugas di lapangan diharapkan dapat lebih mudah berkoordinasi dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Komdigi terhadap warga NTT yang sedang menghadapi dampak gempa.

“Kalau untuk Starlink tentu tidak ada salahnya kami memberikan penguatan-penguatan jika masih ada titik-titik yang misalnya terdampak,” pungkasnya, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.