DailyFX.ID — Kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk efisiensi operasional sehari-hari kini mendapat dukungan dari kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari perhitungan biaya produksi hingga penyusunan strategi pemasaran.
Dorongan ini muncul seiring tantangan yang dihadapi UMKM, termasuk kenaikan biaya operasional, persaingan pasar yang ketat, keterbatasan tenaga ahli, serta keharusan beradaptasi dengan teknologi digital.
Salah satu solusi yang dikembangkan adalah “Teman AI” oleh UMKMall. Platform ini dirancang sebagai alat bantu bagi UMKM untuk mengelola berbagai aspek usaha. Fitur-fiturnya mencakup perhitungan harga pokok penjualan (HPP), margin keuntungan, strategi promosi, pembuatan foto produk, hingga analisis operasional.
Founder & Chief Strategy Officer UMKMall, Dr. Suparno Adijanto, menyatakan bahwa pelaku usaha kecil seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan analisis bisnis. Menurutnya, teknologi AI dapat memperluas akses tersebut, namun tetap menempatkan pelaku usaha sebagai pengambil keputusan utama. “AI memberikan skala dan informasi, tetapi manusia-lah yang menghadirkan kepercayaan, tindakan, dan kebijaksanaan,” ujarnya.
Teman AI hadir dalam dua mode utama: Open Chat AI dan Jalur Transformasi atau Learning Journey. Head of Learning & Operations UMKMall, Ivan Hendrata, menjelaskan bahwa Open Chat AI dapat digunakan untuk membahas kebutuhan seperti strategi bisnis, pembuatan materi promosi, foto produk, maupun analisis data operasional. Sementara itu, Jalur Transformasi menawarkan panduan yang lebih terstruktur, termasuk perhitungan HPP, penentuan margin keuntungan, serta penyusunan langkah kerja sesuai kebutuhan usaha.
Pendekatan ini dikembangkan agar pelaku UMKM tidak memerlukan kemampuan teknis khusus dalam menyusun prompt untuk menggunakan AI. UMKMall telah menguji layanan ini kepada sekitar 5.000 pelaku UMKM selama beberapa bulan sebelum peluncuran yang lebih luas.
Head of Marketing & Growth UMKMall, Shinta Mariani, menambahkan bahwa sebagian peserta uji coba memanfaatkan AI untuk membantu promosi, menghitung HPP, dan mengelola media sosial.
Saat ini, UMKMall memiliki jaringan lebih dari 45.000 pelaku UMKM di Indonesia. Selain pemanfaatan AI, perusahaan berencana memperluas pendampingan pada aspek legalitas usaha dan akses pembiayaan.
COO UMKMall, Andy Marsden, mengungkapkan fokus awal diarahkan pada pemasaran dan penjualan, dilanjutkan dengan pendampingan regulasi, termasuk sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Jangka panjangnya adalah membangun jembatan kepercayaan antara institusi keuangan dan UMKM untuk memperlancar akses permodalan serta pinjaman bisnis. “Fokus utama kami adalah industri makanan dan minuman (F&B). Mengingat sekitar 80% basis komunitas kami bergerak di bidang tersebut, komitmen kami adalah meningkatkan kualitas hidup serta profitabilitas mereka secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif, pendampingan legalitas, dan standarisasi finansial agar siap memenuhi kriteria lembaga pembiayaan,” ucapnya.
Untuk memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem, Andy menggandeng para pemimpin komunitas terkemuka seperti dr. Edi Yans. Melalui pendekatan berbasis membership yang sejalan dengan program pemerintah, ia ingin bersinergi secara kolektif untuk memajukan sektor UMKM secara lebih masif dan terstruktur.
Ikuti DailyFX.ID
