DailyFX.ID — Persaingan di ranah kecerdasan buatan (AI) terbuka semakin memanas. Alibaba baru-baru ini meluncurkan model AI terbarunya yang dirancang untuk berjalan langsung di perangkat konsumen seperti laptop. Langkah strategis ini sekaligus menjadi tantangan terbaru bagi Meta, yang tengah berupaya mengukuhkan posisinya di pasar AI open-source.
Pada Senin (17/08/2026), Alibaba memperkenalkan Qwen3.8-27B, sebuah model AI yang difokuskan untuk menangani beragam tugas. Mulai dari pemrograman, pekerjaan profesional, riset, hingga tugas berbasis agen AI dalam jangka panjang.
Perusahaan teknologi raksasa asal China ini mengklaim bahwa Qwen3.8-27B memiliki performa yang setara dengan model AI lain yang ukurannya mencapai 10 kali lipat lebih besar.
Selain meluncurkan model tersebut, Alibaba juga mengumumkan pembukaan bobot atau weights dari Qwen3.8 Max, yang merupakan model AI terkuat mereka. Dengan pendekatan open-weight, model ini dapat diunduh dan dijalankan secara bebas oleh publik. Meskipun demikian, data dan metode pelatihan yang digunakan belum tentu dipublikasikan secara luas.
Langkah Alibaba ini dilakukan tidak lama setelah Meta mengumumkan rencana serupa untuk membuka model AI terkuatnya. Meta juga baru saja meluncurkan keluarga model baru bernama Muse Glimmer, yang secara khusus dirancang untuk dapat berjalan di laptop.
Meta sebelumnya dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan AI terbuka melalui keluarga model Llama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pengembang asal China, termasuk Alibaba, DeepSeek, dan Moonshot, menunjukkan perkembangan pesat di segmen open-weight.
Nick Patience, pemimpin bidang AI di Futurum Group, menilai bahwa kembalinya Meta untuk mendorong model dengan bobot terbuka merupakan respons terhadap peningkatan pangsa pasar yang diraih oleh pengembang China selama dua tahun terakhir.
Persaingan Bergeser ke Perangkat
Persaingan AI terbuka kini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis model itu sendiri, tetapi juga pada seberapa luas model tersebut diadopsi dan digunakan oleh para pengembang di seluruh dunia.
Hugging Face, sebuah repositori terkemuka untuk model AI terbuka, mencatat bahwa model berbasis Qwen telah menghasilkan sekitar 151.448 model turunan. Angka ini dilaporkan sekitar 2,6 kali lebih besar dibandingkan total jejak model Meta di platform yang sama.
Neil Shah, salah satu pendiri Counterpoint Research, berpendapat bahwa perusahaan yang mampu menyediakan model open-weight dengan kemampuan terbaik memiliki peluang besar untuk memimpin persaingan. Menurutnya, Alibaba sedang berupaya memperkuat posisinya sebagai pemimpin AI terbuka sekaligus memperluas jangkauannya ke pasar global sebagai alternatif terhadap model-model AI kelas atas yang berasal dari Silicon Valley.
Peluncuran Qwen3.8-27B juga menandai arah baru dalam persaingan industri AI, yaitu dengan menjalankan model canggih secara langsung di perangkat pengguna atau on-device, bukan hanya mengandalkan pusat data.
Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan secara lokal di laptop atau ponsel. Selain berpotensi mempercepat respons, pemrosesan di perangkat juga dapat meningkatkan keamanan data, karena sebagian data tidak perlu dikirim ke server eksternal.
Shah menilai bahwa kemampuan menjalankan AI langsung di perangkat akan menjadi salah satu arena persaingan utama bagi para pengembang model AI di masa mendatang.
Sementara itu, Patience menambahkan bahwa Alibaba telah membangun posisi yang kuat tidak hanya melalui model open-weight, tetapi juga dalam pengembangan AI yang dapat dijalankan langsung pada perangkat. Menurutnya, keluarga model Qwen kini menjadi salah satu model non-Amerika Serikat yang paling kredibel untuk dikembangkan bersama ekosistem perangkat keras, baik di China maupun di komunitas pengembang AI terbuka secara global.
Ikuti DailyFX.ID
