DailyFX.ID — Pemerintah Indonesia terus menyalurkan dukungan dan bantuan sosial bagi warga korban terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menyebabkan puluhan korban jiwa, ratusan ribu warga mengungsi, dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) turut berkontribusi dalam upaya solidaritas ini. BAKTI berpartisipasi dalam acara malam doa bersama dan penggalangan donasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa dan Pemuda (Himapen) Nagekeo Se-Jabodetabek pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, BAKTI menyalurkan bantuan logistik yang akan didistribusikan di Flores, NTT.
Direktur Utama BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, menyampaikan rasa empati dan simpati kepada seluruh korban terdampak di Flores, NTT. “Saya menyampaikan rasa simpati kami, rasa empati kami untuk saudara-saudara kita di Nagekeo, Flores, NTT. BAKTI sudah membangun di Nagekeo sekitar 157 akses internet, sayangnya sekarang ada sekitar 30-35 akses yang mati di sekolah, di puskesmas dan kantor desa, karena gempa. Kami pastikan akan pulih secepatnya,” ungkap Fadhilah.
Fadhilah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan solidaritas dan dukungan kepada para korban. “Sekali lagi, inisiasi dari masyarakat ini walaupun nilainya tidak besar tetapi ada solidaritas kita. Dan inilah yang membuat kita kuat. Kami, BAKTI selalu ada di sana, mungkin dari seluruh propinsi di Indonesia yang paling sering kami kunjungi itu NTT dan Papua. Tetapi paling banyak di NTT, ratusan kali kami ke sana,” tegas Fadhilah.
Lebih lanjut, Fadhilah berkomitmen untuk turut menggalang donasi di lingkungan BAKTI Kominfo guna disalurkan kembali dalam waktu dekat. “Kami juga akan galang donasi di lingkungan BAKTI Kominfo untuk bisa membantu. Kita akan fokus supaya alokasinya bisa ke air bersih, semen, atau rumah. Sekali lagi inisiasi dari masyarakat ini, walaupun nilainya tidak besar tetapi ada solidaritas kita untuk saudara-saudara kita,” ucap Fadhilah.
Ketua Umum Himapen, Aster Leta, menjelaskan bahwa penggalangan donasi yang dilakukan Himapen sejak 17 Agustus 2026 dilakukan melalui berbagai cara. “Selain itu, kami juga menggalang donasi lewat acara malam doa bersama serta lewat media sosial. Kami akan kelola secara transparan perolehan donasi dan penyalurannya,” kata Aster. Penggalangan donasi oleh Himapen akan berlangsung hingga 10 September 2026, sementara penyaluran donasi dijadwalkan pada 15-23 September 2026.
Solidaritas terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk membantu saudara-saudara mereka yang sedang berduka akibat bencana gempa di NTT.
Ikuti DailyFX.ID
