DailyFX.ID — JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA bersiap membagikan dividen interim kedua untuk tahun buku 2026. Total nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 3,07 triliun, dengan nominal Rp 25 per saham. Pembayaran dividen ini dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026.
Di antara para pemegang saham yang akan menerima dividen interim ini adalah PT Dwimuria Investama Andalan, PT Caturguwiratna Sumapala, dan PT Tricipta Mandhala Gumilang. Ketiga entitas tersebut memiliki keterkaitan dengan Grup Djarum.
PT Dwimuria Investama Andalan, yang merupakan pengendali BCA, menguasai 67.729.950.000 saham atau 54,94% dari total saham BBCA. Dengan kepemilikan tersebut, Dwimuria berpotensi menerima jatah dividen sekitar Rp 1,69 triliun.
Sementara itu, PT Caturguwiratna Sumapala menggenggam 1.261.750.000 saham (1,02%) dan PT Tricipta Mandhala Gumilang memegang 1.313.250.000 saham (1,07%). Dengan demikian, Caturguwiratna berpotensi meraup dividen sebesar Rp 31,54 miliar, dan Tricipta Mandhala diperkirakan akan mendapatkan Rp 32,83 miliar.
Periode cum date dividen interim BBCA di pasar reguler dan pasar negosiasi telah berlangsung pada 28 Agustus 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan per 1 September 2026, pukul 16.00 WIB.
Pada saat cum date dividen, harga saham BCA ditutup pada level Rp 6.475. Dengan demikian, yield dividen interim kedua ini berada di kisaran 0,38%.
Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham di Bank Central Asia tercatat adalah Robert Budi Hartono.
Perkembangan lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami pergerakan signifikan pada pekan lalu, periode 7-11 September 2026. Saham emiten bank besar ini tercatat membukukan net sell investor asing senilai Rp 1,48 triliun, dan harganya dilaporkan anjlok hingga 5,60%.
Pergerakan ini cukup kontras, mengingat dalam enam pekan sebelumnya, saham Bank Central Asia secara berturut-turut selalu membukukan net buy oleh investor asing.
Pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, saham BBCA ditutup melemah 1,56% ke level Rp 6.325. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 526,25 miliar pada hari yang sama.
Perubahan arus dana asing di saham BBCA ini terjadi di tengah pemberitaan media mengenai investasi Keluarga Hartono, yang merupakan pengendali Grup Djarum, di luar negeri pada pekan lalu.
Ikuti DailyFX.ID
