DailyFX.ID — JAKARTA – PT Bundamedik Tbk (BMHS) menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus ke fasilitas bedah robotik di RSU Bunda Jakarta. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk meninjau langsung kesiapan ekosistem pendukung penerapan teknologi medis, meliputi tenaga ahli, infrastruktur, hingga sistem layanan, demi memberikan manfaat optimal bagi pasien.
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini, menyatakan bahwa pengalaman lebih dari satu dekade dalam bedah robotik merupakan modal penting bagi BMHS dalam menentukan pemanfaatan teknologi secara tepat. Menurutnya, bedah robotik bukan sekadar pencapaian jumlah tindakan atau investasi teknologi semata.
“Pengalaman selama lebih dari satu dekade justru menjadi landasan kami untuk terus menilai kesesuaian indikasi klinis hingga mengambil keputusan klinis dengan lebih akurat. Kami menempatkan teknologi sebagai bagian dari upaya memberikan hasil dan pengalaman yang lebih baik, agar kemajuan teknologi benar-benar diterjemahkan menjadi kualitas layanan yang nyata bagi pasien,” ujar Ivan Rizal Sini dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (25/8/2026).
Sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2012, RSU Bunda Jakarta telah berhasil menangani hampir 1.000 tindakan bedah robotik. Capaian ini mencerminkan akumulasi pengalaman klinis BMHS yang dapat memperkuat pengambilan keputusan medis dalam penggunaan bedah robotik.
BMHS terus berinvestasi pada teknologi medis generasi terbaru sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas kapabilitas layanan. Hal ini didukung oleh tim dokter dan tenaga medis berpengalaman, pelatihan dan sertifikasi, clinical pathway, infrastruktur kamar operasi, serta sistem keselamatan pasien.
Pengembangan layanan ini sejalan dengan prinsip patient-first yang menjadi dasar pengembangan layanan BMHS. Keputusan penggunaan teknologi tetap mempertimbangkan kondisi pasien, indikasi klinis, kompleksitas kasus, serta manfaat yang diharapkan.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menambahkan bahwa pengembangan teknologi medis merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas jaringan BMHS. “Fokus kami bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi membangun kapasitas layanan secara berkelanjutan agar akses terhadap layanan kesehatan kompleks dapat berkembang berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa pengembangan teknologi kesehatan harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga kesehatan, tata kelola, standar keselamatan, dan sistem pendukung yang memadai. “Kami mengapresiasi kontribusi RS Bunda Jakarta sebagai salah satu pionir bedah robotik dalam membangun kapabilitas dan ekosistem teknologi ini di Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” tuturnya.
Ikuti DailyFX.ID
