DailyFX.ID — JAKARTA – Kinerja positif dicatatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang semester I-2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk (PATMI) berhasil diraih sebesar Rp 31,2 triliun. Berdasarkan catatan tersebut, muncul pembaruan rekomendasi dan target harga saham BBRI dari analis.
Realisasi laba BRI pada semester I-2026 menunjukkan peningkatan sebesar 17,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini mengindikasikan adanya pemulihan awal pada segmen usaha mikro. Demikian disampaikan analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Kevin Yudha Pratama dalam risetnya.
Pertumbuhan laba emiten perbankan dengan kode saham BBRI ini ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional. Selain itu, perbaikan tekanan pada biaya kredit juga turut berkontribusi. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tercatat tumbuh 9,9%, sementara laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) naik 12,8%.
Menurut Kevin, kinerja BBRI juga diuntungkan oleh penurunan biaya pendanaan yang secara efektif membantu menjaga margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Di sisi lain, biaya kredit atau cost of credit (CoC) menunjukkan perbaikan menjadi 3,1%.
Dari sisi penyaluran kredit, total kredit yang disalurkan BRI mengalami peningkatan sebesar 16,2% yoy, mencapai Rp 1.645,5 triliun. Pertumbuhan ini didominasi oleh segmen korporasi yang melonjak 47,1% dan segmen komersial yang tumbuh 58,1%.
“Segmen mikro masih menjadi portofolio kredit terbesar BBRI dengan nilai Rp 714,1 triliun. Namun, segmen tersebut mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap dibandingkan periode sebelumnya,” jelas Kevin.
Perbaikan kualitas aset BRI tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto atau gross non-performing loan (gross NPL) konsolidasi yang berhasil ditekan menjadi 2,90%. Rasio pinjaman berisiko atau loan at risk (LAR) juga menunjukkan perbaikan, mencapai 9,1%.
Lebih lanjut pada segmen mikro, pembentukan NPL terpantau turun menjadi 4,5%, sementara CoC mikro membaik menjadi 3,8%. Manajemen BBRI juga mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan panduan pertumbuhan kredit untuk tahun 2026 menjadi kisaran 8% hingga 10%.
Rekomendasi Saham BBRI dan Target Harga
Kiwoom Sekuritas Indonesia memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBRI. Penilaian valuasi saham dilakukan menggunakan kombinasi metode dividend discount model (DDM), yang merupakan metode valuasi berdasarkan nilai kini dividen, serta price to book value (P/BV).
Target harga saham BBRI untuk periode 12 bulan ke depan ditetapkan sebesar Rp 4.000. Pada level target tersebut, BBRI diperkirakan akan diperdagangkan pada rasio P/BV 2026 sebesar 1,8 kali. Angka ini masih berada di bawah rata-rata tiga tahun yang tercatat sebesar 2,06 kali.
Beberapa risiko yang perlu diwaspadai terkait rekomendasi ini meliputi potensi tekanan NIM BRI yang berlangsung lebih lama, kondisi likuiditas yang semakin ketat, pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari perkiraan, peningkatan biaya kredit, serta pemulihan kualitas aset mikro yang berjalan lebih lambat dari ekspektasi.
Ikuti DailyFX.ID
