— JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Hanif Dhakiri, memberikan tanggapan positif terkait penetapan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, Destry memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam mengelola kebijakan moneter dan memiliki hubungan baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya kira beliau figur yang sangat bisa diandalkan, profesional, dan orangnya juga sudah berpengalaman luas. Mengenal seluk beluk moneter dan keuangan Indonesia yang tentunya ke depan kita harapkan situasinya akan menjadi lebih baik membaik,” ujar Hanif saat ditemui usai mengikuti UMKM Finance Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).

Terkait proses uji kelayakan dan kepatutan (*fit and proper test*), Hanif menyatakan bahwa DPR belum menerima informasi rinci karena masih dalam masa reses. Masa sidang aktif baru akan dimulai kembali pada 14 Agustus 2026, setelah itu DPR akan menjadwalkan proses uji kelayakan tersebut.

“Mudah-mudahan nanti tanggal 14 (Agustus) kita sudah mulai masuk mungkin akan segera digelar rapat dan pasti akan segera dijadwalkan,” terang Hanif.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa dunia usaha menghormati keputusan pemerintah yang menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI. Pelaku usaha berharap proses pergantian kepemimpinan ini berjalan lancar, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Mereka juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kebijakan, kredibilitas institusi, serta kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter. “Oleh karena itu, kami melihat isu yang juga penting untuk dicermati dalam periode transisi ini adalah bagaimana kepemimpinan BI ke depan dapat mempertahankan kerangka kebijakan yang *clear*, kredibel, dapat diprediksi, dan *forward-looking*,” ucap Shinta.

Bagi dunia usaha, sinyal positif pada awal kepemimpinan Gubernur BI yang baru adalah terjaganya kontinuitas kebijakan, komunikasi yang konsisten kepada pasar, inflasi yang terkendali, nilai tukar yang relatif stabil, serta kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan ruang untuk pembiayaan serta aktivitas sektor riil.

“Jika hal-hal tersebut dapat terjaga, maka transisi kepemimpinan BI dapat berlangsung tanpa menimbulkan ketidakpastian yang tidak perlu dan kepercayaan investor tetap terpelihara,” terang Shinta. Ia menambahkan, “Pasar dan dunia usaha membutuhkan kepastian mengenai arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, serta komunikasi kebijakan yang konsisten agar perusahaan dapat mengambil keputusan investasi, pembiayaan, dan ekspansi dengan tingkat keyakinan yang memadai.”

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa pemerintah secara resmi telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) yang mencantumkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia kepada DPR pada Senin (10/8/2026). Surpres tersebut juga mencakup nama calon Deputi Gubernur Senior BI dan calon Deputi Gubernur BI. Saat ini, posisi Gubernur BI dijabat sementara oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.