DailyFX.ID — JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) diprediksi akan mendapatkan keuntungan signifikan dengan rencana peluncuran dua bank emas baru pada paruh kedua tahun 2026 atau paling lambat awal 2027. Kehadiran pemain baru ini, ditambah dengan dimulainya era Exchange Traded Fund (ETF) emas, diperkirakan akan mendorong kinerja perusahaan.
Menurut riset MNC Sekuritas, laba bersih HRTA pada kuartal II-2026 mencapai Rp267 miliar, mengalami kenaikan 34% secara tahunan. Total laba bersih hingga semester I-2026 tercatat Rp700 miliar, meningkat 100%. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi MNC Sekuritas dan konsensus analis, yang hanya mencapai 46,8% dan 45% dari estimasi setahun penuh.
Penurunan margin menjadi 2,7% pada kuartal II-2026 dari 3% pada kuartal sebelumnya dan 3,6% pada kuartal IV-2025 menjadi salah satu faktor penyebabnya. Margin wholesale juga mengalami penurunan tajam dari 3,7% menjadi 2,9%.
“Adapun pendapatan semester I-2026 naik 124% menjadi Rp33,8 triliun, setara 48% dan 47% proyeksi kami dan konsensus analis,” tulis MNC Sekuritas dalam laporannya, dikutip Kamis (13/9/2026).
Rekomendasi dan Target Harga
Manajemen HRTA telah menetapkan target penjualan tahun 2026 berkisar antara 25 hingga 28 ton. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan pendapatan direvisi turun menjadi 40-60%. Akibatnya, MNC Sekuritas menurunkan estimasi volume penjualan emas HRTA tahun 2026 sebesar 17,9% menjadi 26,3 ton.
Meskipun demikian, MNC Sekuritas tetap melihat prospek saham HRTA sangat kuat. Hal ini didukung oleh perkiraan harga emas yang telah menyentuh dasar, dengan estimasi berada di kisaran US$4.400-4.600 per ounce untuk tahun 2026. Faktor pendukung lainnya adalah rencana peluncuran dua bank emas baru dan mulai diperdagangkannya ETF emas.
MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham HRTA dengan target harga Rp2.800. Target ini didasarkan pada PER (Price to Earnings Ratio) tahun 2026 sebesar 9,5 kali dan tahun 2027 sebesar 8,7 kali. Potensi keuntungan dari saham HRTA diperkirakan mencapai 28%, berdasarkan harga terakhir saham di level Rp2.180.
Ikuti DailyFX.ID
