DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan signifikan sebesar 75,5 poin atau 1,18% pada perdagangan sesi I hari Kamis (13/8/2026), menempatkannya di level 6.298,34. Pergerakan IHSG sepanjang sesi tersebut berkisar antara 6.281 hingga 6.390.
Di tengah tren pelemahan indeks, justru ada lima saham yang berhasil mencatatkan keuntungan besar dan memimpin daftar saham top gainers. Bahkan, dua di antaranya mencapai batas auto rejection atas (ARA).
Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan bahwa sebanyak 17,5 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,81 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.185.485 transaksi.
Secara keseluruhan, terdapat 175 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 429 saham diperdagangkan menurun, dan 183 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga tidak luput dari pelemahan, anjlok sebesar 1,23%.
Seluruh sektor saham terpantau mengalami pelemahan pada penutupan sesi I. Sektor barang baku memimpin kejatuhan dengan ambrol 2,3%, diikuti oleh sektor kesehatan (2,17%), sektor perindustrian (1,53%), sektor energi (1,44%), dan sektor barang konsumsi non primer (1,23%).
Pergerakan indeks saham Asia pada perdagangan sesi I mayoritas menunjukkan penguatan. Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,14%, Shanghai (China) naik 0,44%, dan Nikkei (Jepang) melonjak 1,58%. Sementara itu, Straits Times (Singapura) sedikit turun 0,3%.
Saham Top Gainers
Di sisi lain, lima saham berhasil mencetak keuntungan besar dan memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga mulai dari 18% hingga 25%. PT Ekadharma International Tbk (EKAD) memimpin dengan kenaikan 25% ke level Rp 300, serta PT Yanaprima Hartapersada Tbk (YPAS) yang melesat 24,68% menjadi Rp 960. Keduanya menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Saham top gainers lainnya termasuk PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melonjak 23,79% ke Rp 1.275, PT Paramitha Bangun Sarana Tbk (PBSA) meningkat 21,62% ke Rp 900, dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang menanjak 18,92% ke Rp 88.
Sebaliknya, PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menjadi saham top losers setelah ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 14,95% menjadi Rp 182. Saham top losers lainnya adalah PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) yang ambles 10,48% ke Rp 376, PT Bhunwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) anjlok 9,46% ke Rp 67, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) jatuh 8,82% ke Rp 434, dan PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) terpangkas 8,08% ke Rp 182.
Ikuti DailyFX.ID
