— JAKARTA – Keterampilan hidup atau soft skill menjadi fondasi penting bagi generasi Z (Gen Z) dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan kemajuan teknologi. Berpikir kritis serta empati dinilai sebagai dua kemampuan utama yang harus dimiliki.

Presiden dari International Global Network, Muhammad Fahrizal, dalam konferensi Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Chapter Depok di Depok, Jawa Barat, menekankan bahwa keamanan masa depan digital tidak hanya bergantung pada teknologi seperti kata sandi kuat, AI, atau sistem keamanan siber.

“Meskipun teknologi menjadi bagian dari solusi, pondasi utama dari masa depan digital yang aman bukanlah teknologinya semata, melainkan manusianya,” ujar Fahrizal.

Menurut Fahrizal, di era digital saat ini, misinformasi dapat menyebar dengan sangat cepat, AI terus berkembang, ancaman siber semakin canggih, dan perbedaan pendapat dapat memecah belah masyarakat. Tantangan terbesar bukan lagi sekadar memiliki akses informasi, melainkan bagaimana cara mempertanyakan, melakukan verifikasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

“Karena itulah berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki. Empati menjadi pertahanan kita terhadap kebencian di dunia maya. Kemampuan berkomunikasi menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan. Kerja sama memungkinkan kita menyelesaikan berbagai tantangan global bersama-sama. Dan ketangguhan membuat kita mampu beradaptasi di dunia yang tidak pernah berhenti berubah. Semua itu bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan keterampilan hidup. Melalui Model United Nations, kalian akan mengalami semua itu secara langsung,” jelas Fahrizal kepada peserta AYIMUN dari kalangan Gen Z.

AYIMUN Depok Chapter diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 1-2 Agustus 2026. Acara ini dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed., bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki. Program ini diikuti oleh 315 pelajar dari 118 sekolah/universitas di area Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, hingga Bali.

“Tema AYIMUN Depok Chapter ‘Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation’ menjadi pengingat bahwa kita harus mempersiapkan generasi muda agar menjadi pribadi yang optimis dan siap menghadapi perubahan,” kata Prof Abdul Mu’ti.

Prof Abdul menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hard skills, melainkan yang lebih penting adalah soft skills. World Economic Forum menyebutkan beberapa keterampilan esensial yang akan sangat dibutuhkan dalam lima tahun ke depan, di antaranya kemampuan berpikir kritis, negosiasi, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, serta berbagai keterampilan abad ke-21 lainnya.

“Jadikan konferensi ini kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita cita untuk membawa nama besar Indonesia di kancah dunia,” pesan Prof Abdul Mut’i.

Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T., menambahkan, “Melalui AYIMUN, adik adik tidak hanya belajar menjadi delegasi sebuah negara, tapi juga belajar menjadi pimpinan masa depan yang mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, membangun konsensus dan menyampaikan gagasan dengan tanggung jawab. Kemampuan inilah yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan global dan membawa nama baik Indonesia.”

Konferensi AYIMUN Depok Chapter mengusung tema “Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation.” Peserta berdiskusi dan merumuskan solusi terhadap berbagai isu global melalui dua dewan utama. Dewan pertama adalah UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) dengan tema “Ensuring Quality Education for Every Child” untuk siswa berusia 11-14 tahun. Dewan kedua adalah UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) dengan tema “Mitigating the Worst Impacts of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime” untuk siswa berusia 15 tahun ke atas.

Dalam konferensi ini, peserta mengikuti beragam sesi diskusi dan simulasi sidang diplomasi, termasuk negosiasi serta penyusunan Draft Resolutions yang meniru proses sidang United Nations. Setiap sesi dibimbing oleh chairs atau fasilitator berpengalaman. Para chairs AYIMUN Depok Chapter antara lain Yassine Krouk (Prancis), Najma Ali (Indonesia), Eleonore Novario (Prancis), Disney Jason (Indonesia), Syaqila Binte Suzaini (Singapore), dan Faiza Afelia Maheswari (Indonesia).

Pemenang dari konferensi ini akan mendapatkan beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations XV yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 2-5 Oktober 2026 mendatang.