DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (27/8/2026). Penguatan ini terjadi meskipun mayoritas bursa saham di kawasan Asia mengalami pelemahan. Pelaku pasar secara cermat mencermati berbagai perkembangan, mulai dari isu geopolitik global, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), hingga sentimen domestik yang mencakup penentuan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) dan aksi demonstrasi yang berlangsung.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG tercatat naik sebesar 44,59 poin atau setara 0,70%, mencapai level 6.450.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa pasar regional masih berada di bawah bayang-bayang sejumlah sentimen global yang signifikan. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga minyak dunia.
Iran dan Oman dikabarkan telah mencapai kesepakatan terkait pembagian wilayah perairan di Selat Hormuz. Perkembangan ini berdampak pada penurunan harga minyak, seiring dengan munculnya tanda-tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah yang berpotensi meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek.
Namun, Iran memberikan peringatan bahwa kesepakatan tersebut belum cukup untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz. Iran juga menekankan bahwa kesepakatan ini tidak akan memiliki arti jika Amerika Serikat (AS) tidak menerima persyaratan proposal yang diajukan.
“Kondisi tersebut kembali menimbulkan ketidakpastian mengenai kapan aliran energi melalui jalur tersebut dapat kembali normal,” tulis Pilarmas dalam risetnya pada Kamis (27/8/2026).
Pilarmas menambahkan, pelaku pasar juga tengah menantikan pidato dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dijadwalkan dalam simposium tahunan Jackson Hole pada akhir pekan ini. Meskipun Warsh diperkirakan tidak akan memberikan indikasi yang jelas mengenai keputusan kebijakan The Fed pada September, pidatonya tetap menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan bank sentral AS ke depannya.
Di pasar Asia, Pilarmas menyebutkan, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi China. Laba perusahaan industri China tercatat tumbuh 17,6% dalam tujuh bulan pertama tahun 2026, namun angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan 18,7% pada periode Januari-Juni.
Perlambatan ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan di tengah permintaan domestik yang masih lemah dan berkurangnya dukungan dari kenaikan harga sebelumnya.
“Kekhawatiran terhadap perekonomian China juga meningkat setelah data Juli menunjukkan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap berada di bawah ekspektasi,” papar Pilarmas.
Selanjutnya, pasar akan mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional yang dijadwalkan berakhir pada 28 Agustus untuk melihat potensi dukungan kebijakan guna menopang pertumbuhan ekonomi China.
BI dan Demo Jadi Sorotan Domestik
Dari dalam negeri, Pilarmas menambahkan, penguatan IHSG pada hari ini dinilai sebagai respons terhadap perkembangan terkait calon Gubernur Bank Indonesia. Hasil uji kepatutan dan kelayakannya dijadwalkan akan diumumkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis sore.
Menurut Pilarmas, kepastian mengenai figur pimpinan BI akan memberikan gambaran mengenai kesinambungan kebijakan moneter, upaya mitigasi risiko, stabilitas nilai tukar, serta efektivitas kebijakan makroprudensial.
“Kepastian tersebut dinilai dapat mendorong sentimen pro-stabilitas sekaligus mengurangi ketidakpastian kebijakan di pasar keuangan,” tambah Pilarmas.
Di sisi lain, Pilarmas menyebutkan, pelaku pasar masih mewaspadai aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini. Aksi tersebut antara lain menuntut dan mendesak parlemen untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset guna memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
“Pasar berharap aksi demonstrasi dapat berlangsung secara damai dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun stabilitas pasar keuangan,” kata Pilarmas.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis (27/8/2026), saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain BIKE, NICK, CBUT, DMMX, dan LIFE. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah RGAS, GRIA, JAST, PICO, dan FPNI.
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas merekomendasikan beli saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan level support dan resistance masing-masing di Rp 136 dan Rp 152.
Ikuti DailyFX.ID
