DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Sejumlah faktor diperkirakan akan menekan pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia.
Sentimen negatif datang dari bursa Wall Street yang ditutup melemah tipis. Pelemahan ini terjadi setelah dirilisnya data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menunjukkan adanya kenaikan inflasi. Data PCE, yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed dalam menentukan kebijakan moneter, pada Juli lalu tercatat mengalami kenaikan 0,2% month-on-month (mom) dan naik 3,7% year-on-year (yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Selain itu, penurunan harga sebagian besar komoditas, berlanjutnya aksi jual oleh investor asing, serta sikap investor yang cenderung berhati-hati dalam mencermati kondisi aksi demonstrasi masyarakat juga diprediksi akan menjadi beban bagi IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.345-6.285 dan resistance 6.465-6.530.
Meskipun prospek indeks secara keseluruhan cenderung melemah, CGS International Sekuritas Indonesia tetap memberikan rekomendasi saham yang berpotensi memberikan keuntungan bagi investor untuk perdagangan hari ini. Saham-saham yang direkomendasikan untuk trading antara lain ICBP, BFIN, EXCL, MAPA, MDKA, dan TAPG.
Ikuti DailyFX.ID
