DailyFX.ID — Tantangan efisiensi energi dan penurunan emisi mendorong pelaku industri pertambangan untuk terus mengembangkan inovasi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga pada penerapan praktis dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Semangat inilah yang menjadi inti dari Greenovation, Green Mining Innovation Challenge 2026. Ajang sustainability innovation challenge ini menjadi wadah bagi para profesional di industri pertambangan untuk berinovasi dan menghasilkan solusi yang lebih rendah karbon.
Kompetisi ini mendorong peserta untuk tidak hanya berhenti pada gagasan, melainkan menghasilkan solusi yang aplikatif, dapat diterapkan secara langsung, serta memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan pengurangan emisi karbon.
CEO SUN Mobility, Karina Darmawan, menjelaskan bahwa Greenovation lahir dari kebutuhan untuk menyediakan ruang bagi berbagai ide inovatif yang muncul dari lapangan agar mendapatkan perhatian dari jajaran manajemen perusahaan. “Memang awalnya kita melihat sebenarnya banyak ide-ide inovasi di lapangan yang mungkin sangat membantu perusahaan, tetapi belum ada forum yang pas untuk menyalurkan dan mendapat perhatian manajemen,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Karina, tantangan yang dihadapi industri pertambangan justru semakin memperkuat kebutuhan akan inovasi. Tantangan tersebut meliputi pengelolaan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kenaikan harga bahan bakar diesel yang terus berfluktuasi.
Meskipun sempat ada pertimbangan untuk menunda pelaksanaan kompetisi dalam skala nasional karena pelaku industri tengah menghadapi berbagai tekanan operasional, tingginya kebutuhan terhadap efisiensi membuat kompetisi ini tetap dilanjutkan. “Di mana ada masalah, di situ ada opportunity. Justru di tengah masalah ini ketika kami gaungkan kembali ide-ide inovasi dan menjadi award, mendapat animo yang baik,” kata Karina.
Ia menilai bahwa inovasi kini tidak lagi sekadar menjadi kegiatan tambahan bagi perusahaan tambang. Inovasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri di tengah tuntutan efisiensi dan pengurangan emisi yang semakin tinggi.
Greenovation 2026 berfokus pada dua bidang utama: optimasi bauran energi dan efisiensi operasional tambang, serta elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang.
Bidang pertama mencakup pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi penggunaan bahan bakar, pengembangan sistem hibrida, dan penerapan sistem manajemen energi yang cerdas. Sementara itu, bidang elektrifikasi berfokus pada kesiapan infrastruktur pengisian daya, strategi implementasi yang matang, hingga pengembangan model bisnis yang dapat diperluas.
Dalam proses seleksi, peserta diminta untuk menyampaikan gagasan mereka melalui presentasi dan video. Para finalis kemudian berkesempatan mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para ahli.
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menambahkan bahwa penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan lima aspek utama. Aspek pertama adalah relevansi inovasi dengan persoalan konkret yang dihadapi industri pertambangan. Kedua, adalah tingkat inovasi dan kompleksitas gagasan yang diajukan.
Aspek ketiga adalah dampak bisnis yang diharapkan, terutama potensi penghematan biaya operasional. Aspek keempat menilai kemampuan inovasi untuk diperluas atau di-scale up, sehingga gagasan yang diterapkan pada satu tambang dapat memiliki dampak lebih besar apabila diadopsi di banyak lokasi. “Kalau tadi mungkin di satu tambang, kalau bisa ke sepuluh tambang, dua puluh tambang, impact-nya seberapa besar?” ujar Jefferson.
Aspek terakhir adalah keberlanjutan, yaitu sejauh mana inovasi dapat mendukung kelangsungan perusahaan sekaligus memberikan manfaat positif terhadap lingkungan.
Karina mengungkapkan bahwa jumlah peserta Greenovation 2026 mencapai lebih dari 100 peserta. Selama proses kompetisi, penyelenggara juga menyediakan coaching clinic untuk membantu peserta mengembangkan gagasan mereka. Program ini mencakup edukasi, validasi teknis, hingga pendampingan dalam penyusunan proposal. Setelah kompetisi berakhir, peserta masih dapat berkonsultasi untuk mengembangkan inovasi mereka ke tahap implementasi yang lebih luas.
Ke depan, penyelenggara juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan regulator, akademisi, dan pelaku industri lainnya.
Dua Inovasi Unggulan
Pada Greenovation 2026, predikat Gold Winner untuk kategori Energy Mix Optimization & Mining Operational Efficiency diraih oleh N-ZERO Squad dari PT Adaro Indonesia. Sementara Gold Winner untuk kategori Electrification of Mining Vehicles & Heavy Equipment diraih oleh Bravo Team dari PT Borneo Indobara.
N-ZERO Squad mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan elektrifikasi yang sulit menjangkau area bottom pit. Tim tersebut merancang sistem grid electrification yang fleksibel, mampu mengikuti perkembangan atau sekuens kegiatan tambang.
Sistem ini dirancang agar dapat menjangkau berbagai area dalam sekuens pit, termasuk pompa di bottom pit yang berada sekitar 300 meter di bawah permukaan. Dalam penerapannya, tim menggunakan compact substation atau gardu listrik portabel yang dapat dipindahkan menggunakan dozer atau ekskavator ketika terjadi pergeseran lokasi kegiatan tambang.
Kabel listrik yang digunakan juga dipasang di permukaan (on ground), sehingga dapat dipindahkan mengikuti pergerakan sekuens tambang. Pengembangan inovasi ini telah berlangsung sejak 2019 dan kini telah mencapai desain generasi ketujuh. Tim N-ZERO Squad berharap inovasi ini tidak hanya diterapkan di lingkungan Adaro, tetapi dapat dikembangkan untuk industri pertambangan secara lebih luas. “Harapannya ini bisa menjadi amal jariah, karena ada ilmu yang kita share juga untuk seluruh Indonesia,” ujar salah satu anggota tim.
Elektrifikasi Angkutan Laut
Sementara itu, Bravo Team dari PT Borneo Indobara mengembangkan inovasi elektrifikasi untuk mendukung pengurangan konsumsi bahan bakar diesel pada kegiatan angkutan laut. Inovasi ini menggunakan sistem hibrida sebagai tahap awal menuju elektrifikasi penuh.
Pendekatan ini dipilih karena penggunaan sistem listrik penuh masih menghadapi kendala jarak tempuh dan kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang memadai. Bravo Team saat ini menangani 42 set tongkang dengan kapasitas maksimal sekitar 12.000 ton. Jarak sekitar 15 nautical mile dari jetty membuat penerapan sistem listrik penuh membutuhkan fasilitas intermediate charging.
Karena kapal dan tongkang yang digunakan bukan merupakan milik perusahaan, pendekatan hibrida dinilai lebih memungkinkan untuk diterapkan bersama kontraktor atau pemilik armada. Pengurangan penggunaan bahan bakar diesel diharapkan dapat menekan emisi yang dihasilkan dari kegiatan operasional.
Inovasi ini juga diarahkan untuk mendukung target penurunan emisi Borneo Indobara, yang memiliki target net zero emission pada 2030, lebih cepat dari target Indonesia pada 2060. Selain manfaat lingkungan, implementasi inovasi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional dan kinerja perusahaan.
Karina menambahkan, Greenovation pada tahun ini masih dibatasi pada sektor pertambangan batu bara. Pembatasan ini dilakukan karena karakteristik dan ukuran keberhasilan inovasi dapat berbeda antara komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas. “Akhirnya kita limit batu bara dulu untuk tahun ini. Tapi untuk tahun depan kita rencananya akan buka other minerals,” katanya.
Ikuti DailyFX.ID
