DailyFX.ID — JAKARTA – PT Mayawana Persada terus memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam areal konsesi Persetujuan Pengusahaan Hutan (PBPH). Sebagai bagian dari komitmen mitigasi jangka panjang, perusahaan secara konsisten mengoptimalkan pengelolaan tata air gambut melalui pembangunan dan pemeliharaan 322 sekat kanal serta 74 titik embung.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga kelembapan lahan dan mencegah potensi kebakaran. Iwan Budiman, S.Hut., Direktur PT Mayawana Persada, menyatakan komitmen perusahaan untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan berkoordinasi secara transparan dengan para pemangku kepentingan demi penanganan karhutla yang tuntas dan berkelanjutan.
Sejak teridentifikasi titik api pada awal Agustus 2026, manajemen perusahaan telah mengaktifkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan mendirikan posko-posko taktis di delapan lokasi. Sebagian besar titik api telah berhasil dilokalisasi, dan tim di lapangan terus bekerja intensif untuk memadamkan sisa api, meskipun menghadapi tantangan medan yang berat, perubahan arah angin, dan keterbatasan debit air.
PT Mayawana Persada tidak bekerja sendiri dalam upaya penanggulangan ini. Perusahaan menjalin kerja sama erat dengan masyarakat melalui pengaktifan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa penyangga seperti Desa Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata. Kelompok masyarakat ini telah dibekali pelatihan dan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Sinergi juga diperkuat dengan instansi lintas sektoral, termasuk KPH Kayong Utara dan BPBD. Kolaborasi ini dijalankan dalam kerangka working group Mata Pandawa dan kemitraan dengan Yayasan Palung. Dukungan meliputi penyediaan alat berat seperti PC 60, tenaga harian pemadam, pembangunan embung dan sekat bakar, bahkan hingga ke desa di luar konsesi yang berbatasan langsung. Posko Solidaritas Rakyat Borneo juga turut mendapat dukungan operasional lapangan.
Dalam rangka mendukung upaya pemadaman, PT Mayawana Persada menyalurkan perangkat teknis pemadaman spesifik, paket obat, dan logistik kepada sejumlah instansi. BPBD Kabupaten Ketapang menerima 4 unit mesin pompa, 4 fire jet nozzle, dan 8 selang pemadam. Polres Ketapang juga menerima alokasi yang sama, sementara UPT KPH Kayong menerima 3 unit mesin pompa, 3 fire jet nozzle, dan 6 selang pemadam. BPBD Kabupaten Kayong Utara mendapatkan 2 unit mesin pompa, 2 fire jet nozzle, dan 4 selang pemadam. Dukungan serupa turut disalurkan melalui kemitraan dengan Yayasan Palung dan posko penanganan.
Perusahaan mendistribusikan total 23 unit perangkat teknis pemadaman, termasuk mesin pompa tipe Ministrike dan Robin beserta perlengkapan selang. Iwan menambahkan, “Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas wilayah kerja perusahaan. Karena itu, penanganannya juga tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri. Mayawana terus mengerahkan personel dan sumber daya yang kami miliki di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat, KPH, masyarakat, MPA, serta berbagai pihak terkait. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan terus berjalan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan dilanjutkan dengan pendinginan serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api.”
Ikuti DailyFX.ID
