— JAKARTA – Pameran Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Acara ini bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan industri teknologi, termasuk pemerintah, asosiasi, investor, inovator, akademisi, dan penyedia solusi, guna memperkuat kolaborasi dan mendorong pembangunan ekosistem digital Indonesia dari hulu hingga hilir.

INTI 2026 diselenggarakan dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai mitra institusional resmi. Kolaborasi ini merupakan upaya strategis untuk mempererat keterhubungan antara dunia usaha, pemerintah, asosiasi, dan pelaku teknologi dalam membangun ekosistem digital yang kokoh, sekaligus memacu pertumbuhan industri nasional.

Pameran ini menampilkan 15 sektor teknologi strategis yang mencakup seluruh rantai ekosistem digital. Sektor-sektor tersebut meliputi 5G, Internet & Satellite, Data Center, Cloud Computing & Data Storage, Artificial Intelligence (AI), Cybersecurity & Data Protection, Internet of Things (IoT), Smart City, Fintech, Digital Banking & Blockchain, Digital Health & MedTech, Electronics, Components & Semiconductor, Robotics & Automation, Smart Mobility, Drone Technology & Autonomous, Smart Manufacturing Technology, Startup & Innovation, serta Digital Talent & Education.

Keterhubungan antar sektor ini menegaskan bahwa transformasi digital melampaui sekadar pembangunan konektivitas. Infrastruktur digital kini menjadi fondasi penting untuk pemanfaatan teknologi di berbagai lini industri. Mulai dari konektivitas dasar, pengelolaan dan pemrosesan data, pemanfaatan AI dan IoT, keamanan digital, hingga penerapan robotika, drone, elektronik, dan teknologi manufaktur.

Melalui pendekatan terintegrasi ini, INTI 2026 berupaya mendorong terciptanya ekosistem teknologi yang saling terhubung. KADIN Indonesia mendukung penuh inisiatif ini, mulai dari penguatan konektivitas dasar hingga pengembangan manufaktur cerdas, guna memastikan teknologi digital memberikan dampak luas terhadap produktivitas dan pembangunan industri nasional.

INTI 2026 hadir dengan skala internasional yang signifikan, menampilkan 952 exhibitor dan peserta dari 8 negara. Pameran ini menargetkan kehadiran 30.000 pengunjung dari 20 negara, memantapkan posisinya sebagai platform pertemuan industri teknologi berskala internasional di Indonesia.

“Melalui berbagai sektor teknologi, mulai dari telko, AI, data center, cybersecurity, IoT, robotics, semiconductor, smart mobility, drone technology hingga smart manufacturing, kami berharap INTI dapat menjadi tempat lahirnya ide baru, inovasi baru, kemitraan baru, dan peluang investasi baru,” ujar Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event.

Rangkaian pembukaan INTI 2026 diawali dengan sambutan dari Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, dan Co-Host Welcoming Remarks oleh Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital KADIN Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pidato kunci dari Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Andi Rizaldi, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto.

Partisipasi internasional diperkuat melalui kehadiran delapan grup/negara, yaitu China, India, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Kehadiran negara-negara ini membuka peluang pertukaran teknologi, investasi, kemitraan bisnis, serta kolaborasi antara perusahaan nasional dan global.

Pameran yang berlangsung di area seluas 13.000 meter persegi ini menghadirkan berbagai solusi teknologi yang merepresentasikan perkembangan ekosistem digital dan industri Indonesia. Sekitar 45% dari total peserta menampilkan produk dalam negeri yang telah tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menunjukkan kontribusi industri domestik yang kian penting dalam membangun kapasitas teknologi dan daya saing nasional.

Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital KADIN Indonesia, menyatakan bahwa kemitraan KADIN Indonesia dengan INTI sangat relevan. “Bagi kami, kemitraan ini relevan karena dunia usaha bukan hanya menampilkan teknologi, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan inovasi yang dapat benar-benar diterapkan,” katanya.

Industri Lebih Cerdas dengan AI

Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi krusial dalam ekosistem digital saat ini. Penerapan AI berpotensi meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas layanan, serta kemampuan industri dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi yang pesat.

Pengembangan AI dalam konteks pembangunan nasional perlu diiringi dengan kesiapan infrastruktur, keamanan data, sumber daya manusia, serta kemampuan industri untuk mengadopsi dan mengembangkan teknologi tersebut. Kehadiran AI Experience di INTI 2026 terhubung dengan berbagai sektor teknologi lainnya dalam ekosistem.

Pengembangan ekosistem ini diharapkan mendukung terciptanya industri Indonesia yang lebih cerdas, efisien, inovatif, dan memiliki daya saing global. INTI 2026 diharapkan turut mewujudkan tujuan Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang kuat sekaligus memperkuat fondasi industri nasional.

Pameran ini membuka ruang bagi perusahaan teknologi, pemerintah, asosiasi, investor, akademisi, startup, dan pelaku industri untuk membangun kerja sama, investasi, pertukaran pengetahuan, serta implementasi solusi teknologi. Lebih dari sekadar pameran, INTI 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan teknologi dengan kebutuhan industri.

Kehadiran peserta nasional dan internasional diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, membuka peluang bisnis baru, serta memperkuat keterhubungan industri Indonesia dengan rantai teknologi global. “Dengan menghubungkan basic connectivity, infrastruktur digital, AI, keamanan siber, IoT, hingga smart manufacturing, INTI 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Indonesia yang semakin kuat di bidang teknologi dan industri, sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tambah Hendri Bunardy.