DailyFX.ID — PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) atau IPC Marine, perusahaan yang telah beroperasi lebih dari setengah abad dalam layanan pemanduan kapal, semakin mengukuhkan perannya dalam sektor maritim nasional. Sebagai anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim, IPCM menjadi kunci dalam menggerakkan masa depan kelautan Indonesia melalui inovasi, dukungan armada, dan perluasan pasar di seluruh nusantara.
Berdiri sejak tahun 1960, Jasa Armada merupakan satu-satunya perusahaan di bidang jasa pemanduan dan penundaan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Struktur kepemilikan sahamnya terdiri dari 76,89% oleh PT Pelindo Jasa Maritim, 0,11% oleh PT Multi Terminal Indonesia, dan 23,00% oleh publik.
Sebagai bagian dari Pelindo Grup, Jasa Armada fokus pada layanan pemanduan dan penundaan kapal, angkutan laut, serta layanan maritim lainnya. Saat ini, perseroan melayani seluruh wilayah kerja Regional 2 Pelindo, mencakup 11 pelabuhan, dan terus memperluas jangkauannya ke seluruh Indonesia.
Peluang Pertumbuhan di Sektor Maritim
Peningkatan aktivitas perdagangan dan perekonomian nasional membuka peluang bagi Jasa Armada untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa pelayanan kapal yang terintegrasi. Laporan Pelindo menunjukkan pertumbuhan arus peti kemas hingga April 2026 sebesar 7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 6,42 juta TEUs, didorong oleh peningkatan arus internasional sebesar 11% yoy. Proyeksi pertumbuhan aktivitas pelabuhan sepanjang 2026, seiring proyek hilirisasi pemerintah, juga diharapkan terus meningkat.
Selain itu, rencana kunjungan reguler kapal berukuran besar dari perusahaan pelayaran global ke Pelabuhan Patimban, yang diperkirakan mencapai 3-4 panggilan per bulan, akan meningkatkan permintaan layanan pemanduan dan penundaan kapal yang menjadi kompetensi utama IPCM.
Ekspansi Agresif untuk Menangkap Peluang
Menyikapi peluang tersebut, Presiden Direktur IPCM Shanti Puruhita menyatakan bahwa perseroan akan meluncurkan berbagai inisiatif strategis. Penambahan armada menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan kesiapan merespons kenaikan permintaan pasar, memperkuat kapasitas operasional, menjaga keandalan layanan, dan meningkatkan fleksibilitas operasi.
Untuk tahun 2026, IPCM telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp74 miliar dari total kebutuhan dana multiyears Rp148,8 miliar untuk pembangunan kapal tunda baru. Kapal yang ditargetkan selesai dalam 28 bulan ini akan menambah jumlah armada eksisting perseroan yang saat ini berjumlah 103 unit, terdiri dari 31 kapal pandu, 68 kapal tunda, dan 4 kapal tambat.
Di samping penambahan armada, IPCM berencana mengembangkan pasar baru di wilayah Ship-to-Ship (STS) Sabang, Aceh, yang memiliki potensi sebagai pusat layanan maritim strategis di jalur pelayaran internasional. Perseroan juga menjajaki kerja sama dengan PT Benua Laut Lepas untuk layanan pemanduan dan penundaan kapal di kawasan Tanjung Carat, Palembang, serta penjajakan pelimpahan layanan serupa di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
“Langkah-langkah strategis ini merupakan upaya perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan, sekaligus memperkuat posisi di berbagai kawasan industri dan pelabuhan strategis di Indonesia,” ujar Shanti dalam publikasi resminya.
Kinerja Keuangan Solid dan Komitmen ESG
Upaya ekspansi ini sejalan dengan torehan kinerja keuangan positif IPCM di paruh pertama 2026 (1H26). Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp729,68 miliar, naik 2,20% yoy dari Rp714,00 miliar. Peningkatan ini didorong oleh efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta penguatan sinergi dengan Pelindo Group.
Kontributor utama pendapatan IPCM masih berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp704,27 miliar (96,52% dari total pendapatan), dengan pertumbuhan pendapatan jasa penundaan sebesar 3,94% yoy menjadi Rp664,42 miliar. Pendapatan dari Pelabuhan Umum (Pelum) tumbuh 6,54% yoy menjadi Rp326,53 miliar, dari Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) naik 11,42% yoy menjadi Rp139,90 miliar, dan jasa pengangkutan lainnya meningkat 7,89% yoy menjadi Rp25,42 miliar.
Kontribusi segmen captive market Pelindo terus menguat, mencapai 63,92% terhadap total pendapatan, menunjukkan efektivitas sinergi dalam ekosistem Pelindo Group. Fundamental keuangan perseroan juga terjaga baik, dengan total aset meningkat 2,32% menjadi Rp1,75 triliun hingga akhir Juni 2026.
Soliditas keuangan ini tercermin dalam pembagian dividen kepada pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 23 Juni 2026 memutuskan pembagian dividen sebesar Rp125,51 miliar atau 63,90% dari laba bersih tahun buku 2025, setara Rp23,75 per lembar saham.
“Pembagian dividen ini menjadi bentuk apresiasi perseroan atas dukungan dan kepercayaan para pemegang saham sekaligus mencerminkan komitmen IPCM dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, penguatan fundamental perusahaan, dan optimalisasi nilai bagi investor,” jelas Shanti.
Selain fokus pada nilai pemegang saham, Jasa Armada juga berkomitmen pada penerapan tiga pilar utama Environmental, Social, and Governance (ESG). Sekretaris Perusahaan IPCM Eddy Haristiani menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya pada kinerja ekonomi, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan lingkungan berkelanjutan.
Komitmen ini mengantarkan IPCM meraih penghargaan ‘Indonesia Best CSR in Pilotage & Towage Sector 2026’ dalam ajang Indonesia Best CSR Awards 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi IPCM untuk terus meningkatkan kualitas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar memberikan dampak yang lebih luas.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan penciptaan nilai sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Eddy. IPCM bertekad menjadi perusahaan kelas dunia dan ujung tombak ekosistem kepelabuhan, unggul dalam operasional, pelayanan, serta menjadi fasilitator pertumbuhan perdagangan melalui sarana modern, sistem IT terintegrasi, standar operasional terbaik, produktivitas tinggi, dan komitmen zero accident.
Ikuti DailyFX.ID
