— Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan pendampingan intensif kepada para pengusaha UMKM di Aceh yang terdampak bencana. Salah satu upaya strategis yang dijalankan adalah melalui penyelenggaraan workshop peningkatan kapasitas usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Melalui pendampingan ini, diharapkan UMKM dapat memperkuat akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran produk, serta meningkatkan kapasitas produksi. Tujuannya agar mereka mampu kembali menjalankan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menjelaskan bahwa pendampingan bagi wirausaha yang terdampak bencana merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kembali produktivitas usaha. Selain itu, program ini juga mempersiapkan UMKM agar lebih tangguh dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang mungkin terjadi.

“Kegiatan peningkatan kapasitas wirausaha menjadi salah satu rangkaian program pemulihan ekonomi pascabencana di tiga provinsi terdampak bencana,” ujar Riza dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (13/7/2026).

Riza menambahkan, program pemulihan ekonomi pascabencana tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas usaha. Pemerintah juga telah menyiapkan serangkaian intervensi lanjutan, termasuk peningkatan akses pasar dan kemudahan dalam memperoleh pembiayaan. Hal ini dilakukan agar pemulihan usaha dapat berlangsung secara lebih menyeluruh.

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap kepada 5.250 wirausaha yang berasal dari 50 kabupaten/kota terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Seluruh peserta program juga diarahkan untuk bergabung dalam aplikasi SAPA UMKM. Integrasi ini penting untuk mempermudah proses pemantauan dan evaluasi secara berkala oleh Kementerian UMKM. Dengan demikian, perkembangan usaha para penerima manfaat dapat terukur dan pendampingan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Kami mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang sejak awal telah bersinergi serta mendukung penuh pelaksanaan program pemulihan UMKM terdampak bencana,” terang Riza.

Selain fokus pada pendampingan dan peningkatan kapasitas, pemerintah melalui Kementerian UMKM juga bersiap menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) Rehabilitasi Usaha Mikro. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat permodalan usaha mikro yang terdampak bencana dan belum memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan perbankan lainnya.

Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro berupa dana hibah sebesar Rp3 juta per penerima direncanakan disalurkan kepada sekitar 400 ribu pemilik usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total anggaran yang telah disiapkan untuk program ini mencapai Rp1,2 triliun untuk periode 2026 dan 2027.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Langsa serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang turut menyampaikan perkembangan pendataan calon penerima Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro. Pendataan ini dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten/kota setempat untuk memastikan bantuan menjangkau pelaku usaha yang memenuhi kriteria.

Pemerintah daerah di Aceh menyatakan optimisme bahwa proses pendataan calon penerima bantuan akan segera diselesaikan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran dukungan permodalan kepada wirausaha terdampak bencana, sehingga dapat mendukung percepatan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara tepat sasaran.

Kementerian UMKM menyelenggarakan program pemulihan ekonomi pascabencana ini bekerja sama erat dengan pemerintah daerah di tiga provinsi yang terdampak bencana, sesuai dengan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP). Kolaborasi ini diarahkan agar proses pemulihan tidak hanya membantu pelaku usaha kembali berproduksi, tetapi juga memperkuat kapasitas, akses pasar, dan pembiayaan. Dengan demikian, UMKM akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bangkit dan tumbuh kembali pascabencana.