DailyFX.ID — Angkatan Udara Prancis memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan kesiapan taktis para penerbang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang mengoperasikan jet tempur Rafale. Pujian tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene, di sela-sela latihan bersama di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Julien Sabene menegaskan kepercayaannya terhadap kemampuan para penerbang Indonesia untuk mencapai tingkat operasional penuh dalam waktu cepat.
Keahlian Taktis dan Kelancaran Komunikasi
Menurut Sabene, para pilot TNI AU menunjukkan pemahaman taktis yang sangat baik dan mampu menerbangkan jet tempur dengan standar yang setara dengan penerbang militer Prancis. Kelancaran proses integrasi ini juga didukung oleh latar belakang pelatihan yang telah dijalani sejumlah pilot Indonesia di Prancis.
Kemampuan beberapa pilot TNI AU dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Prancis secara fasih menjadi nilai tambah yang signifikan, sehingga mempercepat transfer pengetahuan dan pemahaman operasional jet tempur generasi 4,5 tersebut.
Pengisian Bahan Bakar di Udara dan Keunggulan Avionik
Terkait pengembangan keahlian tingkat lanjut seperti air-to-air refueling atau pengisian bahan bakar di udara, Sabene menilai para penerbang TNI AU tidak akan menghadapi kendala berarti.
Misi utama dalam latihan bersama CASSARD pada Misi Pegase 2026 ini memang difokuskan pada skenario pengisian bahan bakar di udara menggunakan pesawat tanker KC MRTT milik Angkatan Udara Prancis untuk memperluas daya jelajah dan radius operasional jet tempur.
Di sisi lain, Kepala Seksi Operasi dan Latihan Wing Udara 3 Tempur Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Oliv Rizando, menjelaskan bahwa kualifikasi utama yang wajib dikuasai pilot meliputi pertempuran udara ke udara (air-to-air) serta penyerangan udara ke darat (air-to-surface).
Oliv menambahkan bahwa keunggulan sistem avionik mutakhir pada Rafale mampu meningkatkan kesadaran situasional (situational awareness) pilot saat menjalankan misi. Selain itu, tingkat otomasi pesawat yang tinggi memungkinkan sistem penerbangan terprogram secara mandiri, sehingga secara signifikan mengurangi beban kerja pilot di dalam kokpit.
Langkah modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara memasuki babak baru melalui keputusan Pemerintah Indonesia memboyong 42 unit jet tempur Dassault Rafale dari Prancis. Sebagai bagian dari kesepakatan alih teknologi dan kesiapan operasional, sejumlah penerbang serta teknisi TNI AU dikirim langsung ke Prancis untuk menjalani pelatihan intensif.
Sementara itu, Misi Pegase merupakan agenda tahunan Angkatan Udara dan Ruang Angkasa Prancis untuk memproyeksikan kekuatan militer dan memperkuat kemitraan strategis di kawasan Indo Pasifik.
Latihan bersama seperti CASSARD menjadi krusial untuk menguji interoperabilitas, memperluas radius aksi armada tempur, serta memantapkan kesiapan taktis TNI AU sebelum armada Rafale beroperasi penuh di Tanah Air.
Ikuti DailyFX.ID
