— PT Timah Tbk (TINS) berencana merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah kinerja perseroan pada semester I 2026 telah berhasil melampaui target yang ditetapkan untuk satu tahun penuh. Proyeksi revisi RKAP ini diperkirakan akan menjadi pemicu lonjakan harga saham TINS di pasar modal.

Berdasarkan catatan analisis dari CGS International, kinerja PT Timah pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laba bersih dan EBITDA perseroan masing-masing telah mencapai 169% dan 131% dari target RKAP tahun ini. Pencapaian gemilang ini terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) timah yang melonjak menjadi US$50 ribu per ton, jauh di atas asumsi perusahaan sebesar US$30 ribu per ton dalam bujet.

Manajemen PT Timah memprediksi bahwa harga timah di London Metal Exchange (LME) akan tetap kuat, diperkirakan berada di kisaran US$47-50 ribu per ton. Proyeksi ini didukung oleh perkiraan defisit pasokan timah sebesar 3%. Defisit ini disebabkan oleh lonjakan permintaan yang tajam dari sektor-sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan industri elektronik, yang permintaannya melampaui kapasitas produksi yang ada.

“Selain itu, keterbatasan dalam ekspansi kapasitas produksi juga menjadi faktor penopang tambahan bagi penguatan harga timah ke level yang tinggi,” demikian kutipan dari laporan CGS International yang dirilis Minggu (13/9/2026).

Laba dan Target Harga

CGS International memprediksi adanya kenaikan biaya kas PT Timah dari US$22,4 ribu per ton pada semester I 2026 menjadi US$23-24 ribu per ton pada akhir tahun 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar serta pembayaran royalti yang meningkat. Namun, kenaikan biaya ini dinilai masih dapat diimbangi oleh lonjakan ASP yang telah mengalami peningkatan sebesar 50% sepanjang tahun 2026.

CGS International mempertahankan rekomendasi penambahan saham (add) untuk TINS, mengingat adanya katalis kuat yang berasal dari tingginya harga timah global. Dengan mempertimbangkan harga timah saat ini dan panduan yang diberikan oleh manajemen perusahaan, laba bersih TINS untuk tahun 2026 diproyeksikan melonjak 353% menjadi Rp5,9 triliun. Angka ini 16% lebih tinggi dari proyeksi awal yang dibuat oleh CGS International.

Meskipun saham TINS telah menunjukkan lonjakan yang tajam, valuasinya saat ini masih dianggap menarik. Dengan harga saham di kisaran Rp4.700-an, rasio P/E (Price to Earnings) saham ini tercatat hanya sebesar 6,2 kali.