DailyFX.ID — Integrasi layanan logistik yang mencakup pergudangan hingga manajemen inventaris dinilai krusial sebagai penopang transformasi bisnis bagi pelaku usaha di Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas operasional mereka tanpa harus membangun seluruh infrastruktur secara mandiri.
Fulfillment At Speed (FAS), sebuah entitas yang terafiliasi dengan PT Global Distribusi Pusaka, anak usaha Blibli, telah mengembangkan model all-in-one enabler. Model ini mengintegrasikan pengelolaan perdagangan elektronik, fulfillment (penyimpanan dan pemrosesan pesanan), serta distribusi ke pasar luring.
Pertumbuhan volume pesanan dan jumlah stock keeping unit (SKU) seringkali menghadirkan tantangan bagi perusahaan. Tantangan ini terutama berkaitan dengan menjaga akurasi inventaris dan memenuhi lonjakan permintaan pada periode tertentu. Kondisi ini mendorong banyak pelaku usaha untuk beralih menggunakan layanan operasional dari pihak ketiga. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas tanpa harus menambah gudang, mengembangkan sistem internal, atau merekrut tenaga kerja secara mandiri.
Director of FAS, Alvin Hadibowo, menjelaskan bahwa kebutuhan operasional suatu merek bisa berubah dengan sangat cepat seiring pertumbuhan bisnis. Perubahan ini termasuk penambahan SKU dan peningkatan transaksi saat musim puncak atau peak season. “Dalam kurun waktu singkat, brand bisa mengalami penambahan SKU dan lonjakan pesanan atau transaksi saat peak season. FAS hadir agar kapasitas operasional mereka dapat menyesuaikan kebutuhan secara fleksibel tanpa harus terus membangun gudang baru atau menambah tim sendiri,” ujar Alvin.
Alvin menambahkan, dukungan operasional yang adaptif terhadap perubahan permintaan diharapkan dapat membantu perusahaan mengelola lonjakan transaksi dan mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. FAS menjalankan layanannya dengan dukungan jaringan lebih dari 15 gudang di Indonesia, didukung pengalaman operasional selama lebih dari 15 tahun dalam ekosistem Blibli.
Melalui layanan fulfillment, pelaku usaha dapat menyerahkan pengelolaan inventaris, penyimpanan, pengemasan, hingga pemrosesan pesanan kepada FAS. Sistem ini mampu mengintegrasikan pesanan dari berbagai lokapasar dalam satu pengelolaan terpadu. Perusahaan mengklaim penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning membantu menjaga akurasi stok dan pesanan. Kapasitas pemrosesan dapat disesuaikan saat volume transaksi meningkat, sehingga perusahaan tidak perlu langsung menambah gudang atau merekrut tenaga kerja permanen.
Layanan ini terintegrasi dengan pengelolaan perdagangan elektronik multikanal melalui FAS Enabler dan distribusi ke pasar luring melalui FAS Distribution. Integrasi ini mencakup pengelolaan kanal penjualan, persediaan, pengiriman, dan distribusi secara menyeluruh.
FAS melaporkan bahwa layanannya telah membantu salah satu merek produk kecantikan meningkatkan volume pesanan hingga 5,8 kali lipat dalam kurun waktu lima bulan. Di sektor barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG), perusahaan mencatat adanya pengurangan waktu pemrosesan pesanan hingga 70% dan penurunan tingkat pembatalan transaksi hingga 35%. Namun, perusahaan tidak merinci identitas mitra, periode pengukuran, maupun rincian pembanding yang digunakan dalam pencapaian tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
