— Sejumlah tokoh nasional terpantau telah mendatangi rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (26/9/2026). Mereka hadir untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya putra Presiden pertama RI Soekarno tersebut.

Tokoh yang datang antara lain Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rano Karno tiba di rumah duka sekitar pukul 10.58 WIB dengan pengawalan kepolisian. Begitu turun dari kendaraan, Rano yang dikenal luas sebagai pemeran “Si Doel” langsung memasuki area rumah duka.

Sekitar pukul 11.11 WIB, Jusuf Kalla terpantau tiba di lokasi. Dua menit kemudian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung datang bersama istrinya, Endang Nugrahani.

Sejumlah tokoh lainnya juga terlihat berada di rumah duka, termasuk Nasaruddin Umar. Sementara SBY menjadi salah satu tokoh terakhir yang terpantau tiba di kediaman Guruh.

Sebelumnya, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga telah datang untuk menyampaikan belasungkawa. Sandiaga yang mengenakan batik dan peci hitam menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh. Menurutnya, Indonesia kehilangan salah satu tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh nasional, maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif,” tutur Sandiaga saat melayat di kediaman Guruh, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Sandiaga mengaku telah mengenal Guruh sejak kecil karena rumahnya berada tidak jauh dari kediaman putra Soekarno tersebut. Ia bahkan mengaku kerap bermain ke rumah Guruh dan mendapat sejumlah wejangan, termasuk saat mulai merintis usaha.

“Saya waktu masih kecil sering main ke rumah ini. Beliau banyak memberikan wejangan saat memulai usaha, pernah juga bermitra, dan saat di pemerintahan beliau juga mitra kerja kami di Komisi 10,” ujarnya.

Menurut Sandiaga, Guruh telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia, antara lain melalui kiprahnya di Swara Maharddhika dan dunia politik.

“Kita kehilangan tokoh ekonomi kreatif yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui perannya di Swara Maharddhika maupun juga di kepartaian,” kata Sandiaga.

Sandiaga turut mendoakan agar Guruh mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Kita doakan beliau husnul khotimah dan diberikan tempat di sisi terbaik Allah Subhanahu wa ta’ala,” tuturnya.

Dimakamkan di Karet Bivak

Sandiaga mengungkapkan, Guruh Soekarnoputra rencananya akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, setelah ibadah salat zuhur. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan bagian dari pesan Guruh semasa hidup.

“Rencananya nanti setelah zuhur akan dimakamkan di Karet Bivak. Itu sesuai pesan beliau,” ujar Sandiaga.

Ia mengatakan keluarga telah mempersiapkan berbagai keperluan untuk prosesi pemakaman. Sandiaga juga menyebut dirinya bersama keluarga sempat ikut memandikan dan mendoakan jenazah Guruh.

“Kami sempat memandikan dan mendoakan. Sebentar lagi akan pamit kepada keluarga terdekat, setelah itu akan disalatkan,” katanya.

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun. Guruh mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.

Kabar duka tersebut disampaikan keluarga besar Soekarno melalui pemberitahuan resmi. Dalam pemberitahuan itu, Guruh disebut dengan nama lengkap Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian bunyi pemberitahuan keluarga.

Keluarga memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diberikan husnul khotimah.

“Semoga Almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosanya dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya,” tulis keluarga.

Jenazah Guruh kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan. Keluarga juga memohon maaf kepada masyarakat apabila selama hidupnya Guruh memiliki kesalahan dan kekhilafan.

Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Guruh sempat menurun. Ia sebelumnya menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta sebelum akhirnya dirujuk ke MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Guruh diketahui menjalani perawatan intensif sejak Kamis (24/9/2026).