DailyFX.ID — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana menggunakan podium Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini untuk membela tindakan militer pasukannya terhadap warga Palestina. Pernyataan ini juga menjadi ajang serangan balasan Netanyahu terhadap Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, yang dituduhnya mendukung kelompok Hamas.
Respons Netanyahu muncul setelah Mamdani dalam wawancara di CNN internasional menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang dan arsitek genosida terhadap rakyat Palestina. Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
“Saya akan datang ke PBB. Saya akan menyampaikan kebenaran tentang prajurit pahlawan kami, dan saya juga akan menyampaikan kebenaran tentang Anda (Mamdani),” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan video singkat, Rabu.
Sebelumnya, Mamdani sempat menyatakan niat untuk menangkap Netanyahu jika pimpinan Israel tersebut berkunjung ke New York, meskipun ia kemudian mengakui tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukannya. Netanyahu menanggapi hal ini dengan tegas.
“Malu atas tindakan Anda, Tuan Mamdani. Malu pada Anda karena mendukung monster teroris Hamas yang membantai rakyat kami. Malu pada Anda karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York,” tegas Netanyahu.
Beberapa politikus dari Partai Republik menuduh Mamdani bertindak antisemitik karena dukungannya terhadap Palestina dan kritiknya terhadap serangan militer Israel di Gaza. Namun, Mamdani membantah keras tudingan tersebut dan mengutuk segala bentuk antisemitisme. Ia menekankan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel sering kali keliru disamakan dengan sikap anti-Yahudi.
Konflik bersenjata ini berawal dari serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan 251 orang disandera, menurut data pemerintah Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara dan darat berskala besar yang diklaim bertujuan menghancurkan Hamas.
Namun, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan di Gaza, termasuk korban sipil dan pejuang. Pemerintah Israel secara konsisten menolak tuduhan genosida, menyatakan operasi militer murni ditujukan untuk menumpas militan Hamas yang dituduh bersembunyi di balik fasilitas sipil.
Juru bicara Netanyahu, Doron Spielman, menyatakan bahwa PM Israel tersebut memegang rekor sebagai pimpinan dunia yang paling sering berpidato di forum PBB dan tidak akan gentar menghadapi tekanan.
“Ini adalah salah satu panggung paling penting bagi Perdana Menteri Israel untuk berdiri dan menyampaikan kebenaran kepada dunia. Itulah tujuan kami. Beliau tidak pernah merasa terintimidasi oleh siapa pun, termasuk oleh Wali Kota Mamdani,” ujar Spielman.
Serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menjadi salah satu konflik paling destruktif di Timur Tengah. Operasi militer ini memicu krisis kemanusiaan parah, merusak infrastruktur sipil, dan menuai kecaman internasional.
Tekanan internasional terhadap kepemimpinan Israel meningkat seiring permohonan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mahkamah Internasional juga memproses gugatan terkait dugaan pelanggaran Konvensi Genosida.
Di Amerika Serikat, khususnya New York City, konflik Gaza menimbulkan pembelahan politik dan sosial yang tajam. Ketegangan antara pejabat publik lokal dan pimpinan negara asing seperti Netanyahu mencerminkan perdebatan luas mengenai hukum internasional, HAM, dan legitimasi operasi militer di panggung dunia.
Ikuti DailyFX.ID
