— JAKARTA – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam, melaporkan kinerja keuangan interim yang impresif per 30 Juni 2026. Laporan keuangan yang telah diaudit ini menunjukkan pertumbuhan signifikan pada omzet dan berbalik dari posisi rugi menjadi laba bersih.

Haji Isam tercatat menguasai 21,11% saham PACK per akhir Juli 2026. Sementara itu, pengendali utama emiten ini adalah PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan saham sebesar 40,56%.

Pada semester I-2026, Abadi Nusantara Hijau Investama membukukan penjualan neto atau omzet sebesar Rp 213 miliar. Angka ini melonjak drastis 937% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 20,54 miliar.

Seiring dengan peningkatan omzet, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 206,65 miliar, dari sebelumnya Rp 17,18 miliar. Kenaikan ini menghasilkan laba bruto sebesar Rp 6,34 miliar, naik dari Rp 3,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

PACK mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 195,82 miliar, yang sebagian besar disumbangkan oleh bagian laba bersih dari entitas asosiasi senilai Rp 202,84 miliar.

Secara keseluruhan, PACK berhasil meraih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 190,73 miliar. Angka ini merupakan pembalikan yang signifikan dari posisi rugi bersih Rp 14,35 miliar pada semester I-2025.

Manajemen PACK menjelaskan bahwa total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp 5,26 triliun, menunjukkan kenaikan sebesar Rp 2,26 triliun atau 76% dibandingkan total aset pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,99 triliun. Kenaikan aset ini didorong oleh uang muka investasi pada entitas asosiasi dan saldo kas di bank.

Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 73,91 miliar. Terdapat penurunan sebesar Rp 2,82 triliun atau 97% dibandingkan total liabilitas pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,89 triliun. Penurunan nilai liabilitas ini disebabkan oleh pembayaran utang-utang lain-lain yang terkait dengan investasi perusahaan yang telah direalisasikan pembayarannya.