— JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa penggunaan transportasi publik di ibu kota mengalami peningkatan signifikan, yaitu sekitar 15% setiap tahunnya. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9/2026).

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Pramono Anung menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan konektivitas di Jakarta yang kini mencapai 93%. “Sejak dua tahun ini, Bapak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya 15%,” ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi. Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, kualitas layanan publik, dan konektivitas di wilayah metropolitan.

Meskipun mengakui bahwa kemacetan masih menjadi tantangan di beberapa area Jakarta, Pemprov berharap penguatan konektivitas transportasi publik dapat membantu menekan angka kemacetan. “Dengan demikian, walaupun masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan bahwa sekarang ini jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum,” ucapnya.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang jalur 12,2 kilometer dengan total investasi mencapai Rp 12,1 triliun. Pembangunan ini sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jakarta dan dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD DKI Jakarta.

Setelah beroperasi penuh, rute ini ditargetkan mampu melayani sekitar 80.000 penumpang setiap hari. “Dalam satu transit 270 penumpang, dan rencananya Bapak Presiden, kalau ini sudah dijalankan maka hariannya kurang lebih 80 ribu penumpang setiap harinya,” ungkap Pramono.

Peresmian jalur baru ini juga memperluas konektivitas transportasi di kawasan Manggarai. Stasiun LRT Manggarai terintegrasi langsung dengan moda transportasi publik lain seperti KRL Commuter Line, kereta bandara, dan Transjakarta. Integrasi ini diharapkan memudahkan perpindahan antarmoda bagi masyarakat dan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik.

Pembangunan sistem transportasi terintegrasi ini merupakan bagian dari upaya transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing. Peningkatan kualitas transportasi tidak hanya untuk mendukung mobilitas warga, tetapi juga diharapkan dapat mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi Jakarta.