DailyFX.ID — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana ambisius untuk membangun menara perumahan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek ini akan memanfaatkan lokasi strategis Manggarai yang kini bertransformasi menjadi pusat integrasi berbagai moda transportasi publik.
Prabowo menyoroti perkembangan pesat kawasan Manggarai yang telah menjadi transport hub terpadu. Di lokasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transportasi publik, termasuk LRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, TransJabodetabek, hingga kereta bandara. “Tadi dikatakan 5-6 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang. Ini di Manggarai ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada TransJabodetabek, kereta ke bandara, ini menjadi transport hub,” ujar Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026) siang.
Perkembangan sistem transportasi ini, menurut Prabowo, menjadi bukti kemajuan Indonesia. Seiring dengan pengembangan Manggarai sebagai pusat transportasi, Presiden menyampaikan niatnya untuk membangun menara-menara perumahan yang diperuntukkan bagi MBR. “Ini nanti akan dibangun menara-menara perumahan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah,” tuturnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menyediakan akses hunian yang dekat dengan pusat transportasi publik, tetapi juga mendukung kemudahan mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Presiden juga mengapresiasi upaya Gubernur Jakarta dan jajarannya dalam memajukan ibu kota.
Prabowo menambahkan, perkembangan Jakarta yang ditandai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kembalinya geliat sejumlah perusahaan, menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan baik melalui kerja sama antar-pemimpin. “Jadi sejujurnya ini menunjukkan, bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong-royong, mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa. Saya yakin itu, sebentar lagi Indonesia dengan segala masalahnya kita akan bangkit dan kita akan menuju cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita,” tegasnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI memang telah memiliki rencana untuk mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Stasiun Manggarai. Tahap awal proyek ini direncanakan membangun 3.740 unit hunian dan 150 unit ritel di atas lahan seluas 2,19 hektare.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pengembangan Manggarai sebagai TOD merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas peran transportasi publik dalam membentuk kawasan perkotaan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang mampu mendekatkan masyarakat dengan tempat tinggal, pekerjaan, layanan publik, dan jaringan transportasi di kota dengan mobilitas tinggi.
“Kota akan bekerja lebih baik ketika masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan transportasi publik dan pusat aktivitasnya. Manggarai memberi kesempatan kepada KAI untuk membangun kawasan dengan pendekatan itu. Kami ingin perjalanan masyarakat menjadi lebih ringkas, biaya mobilitas semakin efisien, dan akses terhadap kota semakin terbuka,” ujar Bobby di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Bobby Rasyidin menambahkan bahwa Stasiun Manggarai memiliki basis mobilitas yang kuat untuk pengembangan tersebut, melayani sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari dengan 700–750 perjalanan kereta api per hari. Data KAI menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai dari tahun ke tahun.
Tahap awal pengembangan akan difokuskan pada Blok F dan Blok G seluas 2,19 hektare, yang mencakup rencana 3.740 unit hunian dan 150 unit ritel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.232 unit dirancang untuk segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Menengah (MBM).
Ikuti DailyFX.ID
